Jerman rencana buat senjata laser luar angkasa untuk halau Rusia dan China

Jeffry Wuisan
Selasa, 3 Februari 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 3/2/26 (Singapura): Angkatan Bersenjata Jerman meluncurkan rencana membangun senjata laser di luar angkasa untuk melawan ancaman Rusia dan China.

Seperti dikutip Beritaprioritas.com dari The Independent, hari Selasa (3/2/2026), Jerman siap menginvestasikan €35 miliar (sekitar Rp. 695 triliun) untuk kemampuan ruang angkasa militernya, yang meliputi satelit mata-mata, pesawat ruang angkasa dan laser ofensif.

Menurut Kepala Komando Antariksa Jerman, Mayor Jenderal Michael Traut,  rencana pengeluaran ambisius ini dirancang untuk menangkal ancaman orbit,  yang meningkat dari Rusia dan China.

Traut mengungkapkan Jerman bermaksud untuk membangun konstelasi militer terenkripsi,  yang terdiri dari lebih dari 100 satelit, yang dikenal sebagai SATCOM Tahap 4, dalam beberapa tahun mendatang.

Berbicara di sela-sela acara antariksa menjelang Singapore Airshow, Traut mengindikasikan jaringan ini akan meniru model yang digunakan Badan Pengembangan Antariksa AS.

Badan itu adalah sebuah unit Depertemen Pertahanan AS, Pentagon,  yang fokus pada penyebaran satelit orbit rendah Bumi untuk komunikasi dan pelacakan rudal.

Potensi investasi ini muncul setelah laporan terbaru tentang perusahaan peralatan militer Jerman, Rheinmetall,  terlibat dalam diskusi dengan produsen satelit, OHB, mengenai penawaran bersama untuk inisiatif satelit militer yang dirahasiakan.

Jerman telah bergerak menuju otonomi strategis dengan mengembangkan sistem deteksi rudal berbasis satelitnya sendiri, bernama Odin’s Eye.

Proyek satelit deteksi rudal dan laser, Odin’s Eye, termasuk rencana pertahanan luar angkasa Jerman.(@anoncandanga)

 

Melumpuhkan musuh

Perkembangan ini juga sejalan dengan upaya Eropa yang lebih luas, karena perusahaan antariksa terkemuka Airbus, Thales, dan Leonardo berupaya membangun alternatif komunikasi satelit Eropa untuk Starlink milik Elon Musk.

Traut menggarisbawahi investasi signifikan Jerman dalam arsitektur ruang angkasa militer,  secara langsung mencerminkan lingkungan luar bumi yang diperebutkan,  sejak invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.

Berlin dan sekutu-sekutu Eropanya, katanya, perlu memperkuat postur pencegahan mereka dengan berinvestasi tidak hanya dalam komunikasi aman,  tetapi juga dalam kemampuan yang dapat menghambat atau melumpuhkan sistem ruang angkasa musuh.

“(Kita perlu) meningkatkan postur pencegahan kita di ruang angkasa, karena ruang angkasa telah menjadi domain operasional atau bahkan medan perang, dan kita sangat menyadari bahwa sistem kita, kemampuan ruang angkasa kita, perlu dilindungi dan dipertahankan,” jelas Traut.

Jerman akan menyalurkan pendanaan ke satelit pengumpul intelijen, sensor, dan sistem yang dirancang untuk mengganggu pesawat ruang angkasa musuh.

Sistem persenjataan Itu termasuk laser dan peralatan yang mampu menargetkan infrastruktur berbasis darat.

Kepala Komando Antariksa Jerman, Mayor Jenderal Michael Traut, mengungkapkan rencana senjata laser luar angkasa dirancang untuk menangkal ancaman orbit dari Rusia dan China.(theindependent)

 

Bisa menyerang darat

Dia menambahkan Jerman akan memprioritaskan pemasok domestik dan Eropa, baik kecil maupun besar, untuk program tersebut.

Traut menekankan Jerman tidak akan mengerahkan senjata penghancur di orbit yang dapat menghasilkan puing-puing.

Ia mengatakan ada berbagai pilihan non-kinetik untuk mengganggu satelit musuh, termasuk pengacakan sinyal, laser, dan tindakan terhadap stasiun kendali darat.

“Anda bahkan bisa menyerang segmen darat dari suatu sistem ruang angkasa untuk mencegah musuh Anda menggunakan sistem tersebut”, jelasnya.

Dia juga menunjuk pada apa yang disebut satelit inspektur — pesawat ruang angkasa kecil yang mampu bermanuver dekat dengan satelit lain — yang menurutnya telah dikerahkan Rusia dan China.

“Ada beragam kemungkinan efek dalam spektrum elektromagnetik, optik, spektrum laser, dan bahkan beberapa hal fisik aktif seperti satelit inspeksi,” lanjutnya.

“Jika Anda melakukan sesuatu kepada kami di ruang angkasa, kami mungkin akan melakukan sesuatu kepada Anda di domain lain juga”, tambahnya.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025