
Uni Eropa menetapkan Garda revolusi Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris.(tousitv)PRIORITAS, 29/1/26 (Brussels): Para menteri luar negeri Uni Eropa sepakat untuk menetapkan Garda Revolusi Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris.

Pasukan yang berada di bawah komando pemimpin rezim Ayatollah Ali Khamenei ini, terlibat membantai ribuan warga yang melakukan aksi protes terhadap pemerintah Iran, 8-9 Januari 2026.
“Represi tidak bisa dibiarkan begitu saja. Rezim mana pun yang membunuh ribuan rakyatnya sendiri sedang menuju kehancurannya sendiri”, ,” tulis kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas di X, seperti dikutip Beritaprioritas.com dari France24, hari Kamis (29/1/2026).
Diplomat tertinggi Uni Eropa mengumumkan langkah tersebut dalam sebuah unggahan di X.

“Ini akan menempatkan mereka pada posisi yang sama dengan al-Qaeda, Hamas, Daesh (ISIS),” kata Kallas sebelumnya, menggunakan akronim Arab untuk kelompok Negara Islam (IS).
“Jika Anda bertindak sebagai teroris, Anda juga harus diperlakukan sebagai teroris”, tegasnya.
Negara-negara lain, termasuk Amerika Serikat dan Kanada, telah menetapkan Garda Revolusi sebagai organisasi teroris.

Kepala Kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, saat memberikan keterangan pers.(unieurope)
15 pejabat Iran
Blok 27 negara itu pada hari Kamis juga menjatuhkan sanksi kepada 15 pejabat Iran atas pelanggaran hak asasi manusia.
Sanksi itu termasuk komandan tinggi Garda Revolusi dan perwira tinggi lain, atas tindakan brutal kepada demonstran di Iran dan telah menewaskan ribuan orang.
Uni Eropa telah menjatuhkan sanksi kepada Menteri Dalam Negeri Iran, Eskandar Momeni dan Jaksa Agung Mohammad Movahedi Azad.
Enam organisasi Iran, termasuk badan-badan yang bertanggung jawab untuk memantau konten daring di Iran, juga termasuk dalam daftar sanksi itu. Hakim Iran Imam Afshari juga terkena tindakan pembatasan.
“Mereka semua terlibat dalam penindasan kekerasan terhadap protes damai dan penangkapan sewenang-wenang terhadap aktivis politik dan pembela hak asasi manusia,” demikian pernyataan di situs web Uni Eropa.
Tindakan pembatasan terkait pelanggaran hak asasi manusia di Iran, kini berlaku terhadap total 247 individu dan 50 entitas.
Sanksi-sanksi tersebut meliputi pembekuan aset, larangan perjalanan ke Uni Eropa, dan larangan untuk menyediakan dana atau sumber daya ekonomi kepada mereka yang masuk dalam daftar.

Pemimpin Iran, Ali Khamenei (kiri) bersama komandan garda revolusi.(irgc)
Tambah tekanan
Langkah-langkah terbaru Uni Eropa, meskipun sebagian besar bersifat simbolis, menambah tekanan internasional terhadap Republik Islam Iran.
Dalam beberapa pekan terakhir Iran menghadapi ancaman tindakan militer dari Presiden AS Donald Trump, sebagai tanggapan atas pembunuhan demonstran damai dan kemungkinan eksekusi massal.
Militer Amerika telah mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln dan beberapa kapal perusak berpeluru kendali ke Timur Tengah.
Masih belum jelas kapan Trump akan memutuskan untuk menggunakan kekuatan militer terhadap Iran.
Protes terbaru di Iran dimulai pada 28 Desember karena kenaikan biaya hidup dan dengan cepat menyebar ke seluruh negeri. Protes tersebut disambut dengan respons yang sangat keras , yang dampaknya baru mulai terlihat setelah lebih dari dua minggu pemadaman internet nasional yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Tanggapan Iran
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menanggapi tindakan Uni Eropa yang menetapkan Garda Revolusi Iran sebagai kelompok teroris, adalah kesalahan strategis besar.
“Beberapa negara saat ini berupaya mencegah meletusnya perang besar-besaran di kawasan kita. Sebaliknya, Eropa sibuk mengipasi api,” kata Araghchi dalam sebuah unggahan di X.
Saat ini Iran berhadapan dengan Amerika Serikat yang telah mengerahkan pasukan penyerang ke Timur Tengah.
“Setelah mengejar ‘pemulihan sanksi’ atas perintah AS, kini mereka membuat kesalahan strategis besar lainnya dengan menetapkan Militer Nasional kita sebagai ‘organisasi teroris’,” tambahnya, merujuk pada pemberlakuan kembali sanksi PBB terhadap Iran yang dipicu kekuatan-kekuatan utama Eropa tahun lalu.(P-Jeffry W)

