
Pebulu tangkis Indonesia Anthony Sinisuka Ginting (atas) mengembalikan kok ke arah pebulu tangkis Belgia Julien Carraggi (bawah) pada babak 32 besar Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (21/1/2026). Ginting melaju ke babak 16 besar usai menang dalam rubber gim 12-21, 21-15 dan 21-10. ANTARA/Sulthony Hasanuddin
PRIORITAS, 22/1/26 (Jakarta): Pada cabang olahraga dengan intensitas tinggi seperti bulu tangkis, atlet profesional selalu dihadapkan pada berbagai risiko, baik fisik maupun mental. Dimana, latihan dan pertandingan menuntut konsistensi, kekuatan, serta fokus penuh membuat atlet rentan mengalami cedera atau gangguan kesehatan yang berdampak langsung pada performa.

Dalam kondisi seperti itu, perlindungan terhadap karier atlet menjadi aspek penting. Selain perawatan medis dan masa pemulihan, Badminton World Federation (BWF) telah lama menghadirkan kebijakan bernama protected ranking.
Kebijakan ini dirancang untuk menjaga posisi peringkat atlet yang terpaksa menepi sementara karena alasan tertentu, sehingga mereka tidak dirugikan secara kompetitif saat kembali bertanding.
Indonesia sebagai salah satu negara dengan tradisi bulu tangkis yang kuat tercatat memiliki beberapa atlet yang pernah memanfaatkan skema protected ranking. Kebijakan ini memungkinkan peringkat atlet dibekukan selama masa absen, sehingga mereka dapat kembali ke turnamen internasional tanpa harus memulai dari titik yang lebih rendah.
Peringkat terlindungi

Protected ranking atau peringkat terlindungi merupakan sistem yang diterapkan oleh BWF untuk pemain bulu tangkis yang mengalami cedera atau kondisi medis tertentu. Melalui mekanisme ini, atlet tetap mempertahankan peringkat dunia terakhirnya meskipun tidak mengikuti turnamen BWF dalam periode tertentu.
Dengan adanya protected ranking, atlet tidak kehilangan posisi peringkat akibat absennya mereka dari kompetisi.
Dalam regulasi resmi BWF, protected ranking memiliki sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi oleh atlet. Masa absen yang dapat diajukan untuk perlindungan peringkat minimal berlangsung selama tiga bulan dan maksimal 12 bulan sejak tanggal persetujuan.
Bagi atlet yang termasuk dalam kategori Top Committed Players, kewajiban tampil di 12 turnamen selama satu musim dikecualikan selama masa protected ranking berlaku. Selama periode tersebut, peringkat atlet tidak akan mengalami kenaikan maupun penurunan karena poinnya dibekukan.
Namun, atlet yang berada dalam status protected ranking tidak berhak menerima bonus atau penghargaan khusus dari BWF. Selain itu, protected ranking hanya dapat digunakan untuk keperluan pendaftaran turnamen setelah atlet dinyatakan siap kembali bertanding oleh tim medis. Selama masa proteksi aktif, atlet juga tidak diperbolehkan mengikuti turnamen apa pun. Seperti dikutip dari Beritasatu.com, berikut ulasan dari tiga pemain Indonesia yang mendapat protected ranking.
1. Gregoria Mariska Tunjung
Gregoria Mariska Tunjung tercatat mendapatkan status protected ranking yang mulai aktif sejak 30 Desember 2025. BWF menyetujui perlindungan peringkat tersebut dengan durasi minimal tiga bulan dan maksimal satu tahun.
Protected ranking diberikan kepada Gregoria karena adanya kondisi medis yang tidak memungkinkan dirinya tampil di turnamen internasional.
Ia mengalami vertigo yang membutuhkan penanganan medis secara rutin, sehingga harus menepi dari kompetisi dalam jangka waktu tertentu. Dengan skema protected ranking ini, Gregoria tetap dapat menggunakan peringkat terakhirnya ketika kembali mengikuti turnamen BWF. Peringkat tersebut telah dibekukan sebelum masa proteksi dimulai, sehingga tidak terpengaruh oleh absennya ia dari berbagai ajang internasional.
2. Anthony Sinisuka Ginting
Anthony Sinisuka Ginting juga pernah berada dalam status protected ranking. Tunggal putra Indonesia ini mendapatkan perlindungan peringkat dari BWF pada periode 25 Maret 2025 hingga 24 Juni 2025. Protected ranking diberikan karena Ginting mengalami cedera bahu kanan yang memaksanya menjalani masa pemulihan cukup panjang. Cedera tersebut membuatnya harus absen dari beberapa turnamen internasional penting.
Sebelum memasuki masa absen, Ginting mengantongi sekitar 50.155 poin peringkat dunia. Dengan diberlakukannya protected ranking, jumlah poin tersebut tetap bertahan dan tidak mengalami perubahan hingga masa proteksi berakhir.
3. Daniel Marthin
Daniel Marthin juga termasuk atlet yang pernah menerima protected ranking dari BWF. Perlindungan peringkat diberikan setelah ia mengalami cedera lutut kiri usai tampil di Sudirman Cup 2025, yang membuatnya harus absen dari pertandingan selama beberapa bulan.
BWF menetapkan masa protected ranking untuk Daniel Marthin sejak 16 Mei 2025 hingga 16 Agustus 2025. Pada periode tersebut, poin peringkat dunia terakhir yang dibekukan berada di kisaran 64.185 poin. Melalui kebijakan ini, Daniel dapat kembali ke turnamen dengan menggunakan peringkat terakhirnya tanpa harus memulai dari babak kualifikasi. Tentu saja, hal tersebut hanya dapat dilakukan setelah ia dinyatakan siap bertanding kembali secara medis.
Keberadaan protected ranking menjadi bukti komitmen BWF dalam menjaga kesejahteraan atlet bulu tangkis. Dengan sistem ini, pemain dapat fokus menjalani pemulihan tanpa tekanan kehilangan peringkat dunia.
Protected ranking juga membantu menjaga kualitas persaingan di level internasional. Atlet yang kembali dari cedera tetap dapat tampil di turnamen sesuai kapasitasnya, tanpa harus melalui jalur yang lebih berat akibat penurunan peringkat.
Protected ranking merupakan kebijakan strategis yang sangat penting dalam dunia bulu tangkis modern. Melalui mekanisme ini, BWF memberikan perlindungan nyata bagi atlet yang harus absen karena kondisi medis, sekaligus menjaga keberlangsungan karier mereka.(P-wr)

