
Delegasi Indonesia dan Malaysia berfoto bersama dalam Sidang ke-28 Kelompok Kerja Sosek Malindo Tingkat Provinsi Kaltara-Peringkat Negeri Sabah Tahun 2026 yang digelar di Tarakan Plaza Hotel, Kaltara, Rabu (29/7/2026) (ANTARA/HO-DKISP Kaltara).PRIORITAS, 31/7/26 (Kalimantan): Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus memacu pengembangan berbagai proyek strategis, mulai dari Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI), PLTA Kayan Cascade, hingga hilirisasi perikanan dan rumput laut. Berbagai potensi besar ini disiapkan untuk mendukung rantai pasok Ibu Kota Nusantara (IKN) sekaligus memperkuat daya saing wilayah perbatasan.
Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang, menyampaikan hal tersebut dalam pembukaan Sidang ke-28 Kelompok Kerja Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo).
Menurutnya, kehadiran IKN membuka peluang kolaborasi yang semakin luas antara Kaltara dan Sabah di berbagai bidang, seperti perdagangan, investasi, logistik, hingga ketahanan pangan.
Forum tahunan ini dihadiri oleh delegasi Negeri Sabah yang dipimpin Datuk Jamili Nais, perwakilan Konsulat RI Tawau, Kemendagri, BNPP, serta unsur Forkopimda Kaltara. Sidang ini menjadi ajang penting untuk mengevaluasi program kerja sama hasil pertemuan sebelumnya di Sandakan pada 2025 sekaligus menyusun agenda baru.
Zainal menekankan bahwa hubungan Kaltara dan Sabah sangat strategis karena ditopang kedekatan geografis, ikatan budaya, dan sejarah sosial yang erat.
Ia berharap rekomendasi yang dihasilkan dari sidang ini bersifat realistis dan membawa dampak konkret bagi kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan kedua negara. (P-Gio R)