Komisi XI siap gelar fit and proper tiga calon Deputi Gubernur BI

Khalied Malvino
Kamis, 22 Januari 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 22/1/26 (Jakarta): Komisi XI DPR RI bersiap menggelar uji kelayakan dan kepatutan alias fit and proper test calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) secara terbuka. Agenda dijadwalkan berlangsung dua hari, Jumat (23/1/26) dan Senin (26/1/26), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fauzi Amro menyebut pelaksanaan pada Jumat (23/1/26 digelar satu sesi. Jadwal dimulai sekitar pukul 11.00 WIB atau sebelum waktu ibadah salat Jumat. Sementara itu, sesi Senin (26/1/26) dibagi dua, masing-masing pukul 10.00 WIB dan 14.00 WIB.

“(Benar) Jumat dan Senin. Hari kerja,” kata Fauzi saat dikonfirmasi di Kompleks Parlemen beberapa waktu lalu, dikutip Kamis (22/1/26).

Fit and proper test digelar setelah DPR menerima Surat Presiden berisi tiga nama calon Deputi Gubernur BI. Salah satu nama berasal dari luar Bank Indonesia, yakni Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono.

Dua kandidat lain berasal dari internal bank sentral. Mereka adalah Dicky Kartikoyono, Asisten Gubernur sekaligus Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, serta Solikin M Juhro, Asisten Gubernur dan Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI.

Proses pengisian jabatan ini menyusul pengunduran diri Deputi Gubernur BI Juda Agung yang disampaikan kepada Presiden dan berlaku sejak 13 Januari 2026.

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun sebelumnya menegaskan proses seleksi perlu dipercepat agar tidak terjadi kekosongan berkepanjangan dalam jajaran Dewan Gubernur BI.

Misbakhun juga menanggapi isu independensi Bank Indonesia seiring masuknya nama Thomas Djiwandono dalam bursa calon. Ia menilai kekhawatiran tersebut tidak beralasan.

“Fit and proper terbuka, (publik) bisa menilai tentang kemampuan, kapasitas, dan sebagainya. Kalau saya menilai secara kemampuan, Pak Thomas Djiwandono adalah seorang yang mempunyai kemampuan dalam sisi akademik, dari sisi pengalaman birokrasi beliau juga ada, dan secara pribadi beliau orangnya sangat humble, rendah hati, dan menurut saya figur yang juga pantas untuk menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia,” kata Misbakhun.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut nama Thomas Djiwandono masuk dalam daftar calon pengganti Deputi Gubernur BI. Proses itu berjalan setelah surat pengunduran diri Juda Agung diterima Presiden.

Bank Indonesia juga telah mengonfirmasi pengajuan pengunduran diri tersebut. Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menyampaikan Gubernur BI telah mengajukan rekomendasi calon kepada Presiden.

Tahapan berikutnya berada di tangan Presiden bersama DPR. Mekanisme pengangkatan Deputi Gubernur BI mengikuti ketentuan Undang-Undang Bank Indonesia sebagaimana diubah melalui UU Nomor 3 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.

Juda Agung sebelumnya menjabat Deputi Gubernur BI sejak ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 147/P Tahun 2021. Ia dilantik pada 6 Januari 2022.

Sebelum masuk jajaran Dewan Gubernur, Juda mengemban posisi Asisten Gubernur dengan fokus stabilitas sistem keuangan dan kebijakan makroprudensial pada periode 2020–2022. (P-Khalied M)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025