Puluhan anggota geng narkoba Meksiko yang ditangkap, tiba di Amerika Serikat untuk diadili.(oann)PRIORITAS, 21/1/26 (Kota Meksiko): Pemerintah Meksiko mengirim 37 anggota kartel narkoba untuk diadili di Amerika Serikat (AS).
Menurut informasi yang diperoleh Beritaprioritas.com, hari Rabu (21/1/2026), penyerahan 37 anggota kartel itu terpaksa dilakukan Meksiko, karena mendapat tekanan dari pemerintahan Donald Trump yang ingin membongkar jaringan perdagangan narkoba di Meksiko.
Dengan pemindahan terbaru ini, Meksiko kini telah mengirim 92 tokoh kartel ke AS.
Menteri Keamanan Meksiko, Omar García Harfuch, mengatakan para tahanan tersebut adalah penjahat kelas kakap yang menimbulkan ancaman nyata bagi keamanan negara Meksiko.
Para tahanan yang diborgol dikelilingi petugas bersenjata lengkap dan bertopeng, saat mereka dinaikkan ke pesawat jet militer di dekat Kota Meksiko.
Para tahanan tersebut mencakup anggota dari beberapa organisasi kriminal besar di Meksiko, termasuk kartel Sinaloa, kartel Generasi Baru Jalisco, kartel Beltrán-Leyva, dan kartel Timur Laut.
Selain itu, juga dikirim sisa-sisa kelompok Zetas yang berbasis di Tamaulipas di sepanjang perbatasan Texas.
Pejabat Meksiko mengatakan semua anggota kartel yang dikirim itu, memiliki kasus yang sedang berjalan di pengadilan AS.

Para anggota kartel narkoba Meksiko digiring ke pesawat militer untuk diterbangkan ke Amerika Serikat.(globalpulse)
Pengiriman ketiga
Di antara mereka yang dipindahkan termasuk María del Rosario Navarro Sánchez, warga negara Meksiko pertama yang didakwa di AS.
Ia dituduh memberikan dukungan materil kepada organisasi teroris, setelah diduga bersekongkol dengan sebuah kartel.
“Ini adalah langkah-langkah luar biasa yang diambil Meksiko karena tekanan dari Gedung Putih meningkat,” kata analis Meksiko dari International Crisis Group, David Mora, kepada Associated Press.
Pengiriman para tahanan kartel narkoba tersebut, adalah kali ketiga dalam kurang dari satu tahun.
Meksiko mengirim anggota kartel yang ditahan ke AS, sebagai upaya negara tersebut untuk mengimbangi ancaman yang semakin meningkat dari Presiden Donald Trump.
Trump mempertajam retorikanya terhadap kartel narkoba di Meksiko, bahkan mengemukakan kemungkinan aksi militer AS, menyusul operasi AS baru-baru ini di Venezuela yang menggulingkan mantan Presiden Nicolás Maduro.
“Kami telah melumpuhkan 97 persen narkoba yang masuk melalui jalur air, dan sekarang kami akan mulai menyerang kartel melalui jalur darat,” kata Trump kepada Fox News.
Trump menilai kartel-kartel itu mengendalikan Meksiko. “Sangat, sangat menyedihkan untuk menyaksikan dan melihat apa yang telah terjadi pada negara itu”, ujarnya.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, berbicara dengan Trump pekan lalu, mengatakan intervensi AS di Meksiko tidak perlu, sambil menekankan kerja sama berkelanjutan antara kedua negara.
Meksiko pertama kali mengirim tahanan 29 tokoh kartel ke AS pada Februari lalu, termasuk gembong narkoba terkenal Rafael Caro Quintero, yang dicari karena pembunuhan seorang agen DEA AS tahun 1985.
Pemindahan kedua pada bulan Agustus mencakup 26 anggota kartel dari berbagai organisasi.
García Harfuch mengatakan bahwa pemindahan tersebut didorong oleh kekhawatiran akan keselamatan publik, dengan alasan para pemimpin kartel terus menjalankan operasi kriminal dari dalam penjara Meksiko.(P-Jeffry W)