Gol Pape Gueye antar Senegal juara Piala Afrika 2025

Khalied Malvino
Senin, 19 Januari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 19/1/26 (Rabat): Penantian panjang Timnas Senegal di ajang Piala Afrika kembali berbuah manis. Singa Teranga memastikan diri sebagai kampiun Piala Afrika 2025 setelah menundukkan tuan rumah Maroko dengan skor tipis 1-0 pada partai puncak yang berlangsung di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, Minggu (19/1/26) waktu setempat.


Gol penentu kemenangan Senegal tercipta pada babak tambahan, tepatnya menit ke-94. Pape Gueye menjadi pembeda lewat penyelesaian serangan balik cepat yang mengakhiri duel ketat dua kekuatan Afrika tersebut, sebagaimana dicatat Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF).

Hasil ini mengantarkan Senegal meraih trofi Piala Afrika untuk kedua kalinya sepanjang sejarah. Sebelumnya, mereka mengangkat gelar serupa pada edisi 2021. Sebaliknya, kekalahan ini kembali memperpanjang puasa gelar Maroko yang terakhir kali menjuarai turnamen tersebut pada 1976.

Sejak peluit awal, Senegal tampil lebih agresif. Peluang pertama langsung tercipta melalui sundulan Pape Gueye, namun upaya tersebut masih dapat diamankan kiper Maroko, Yassine Bounou. Tekanan berlanjut lewat peluang Iliman Ndiaye, tetapi kembali Bounou menjadi tembok terakhir yang sulit ditembus.


Maroko tidak tinggal diam. Pada babak kedua, Ayoub El Kaabi mencoba mengancam melalui sepakan jarak dekat, tetapi bola melenceng tipis dari sasaran. Kesempatan berikutnya datang dari Abde Ezzalzouli, namun tendangannya masih melambung di atas mistar gawang Senegal.

Drama memuncak menjelang akhir waktu normal. Senegal sempat menjebol gawang Maroko, tetapi gol tersebut dianulir wasit akibat pelanggaran dalam proses serangan. Tak lama berselang, Maroko memperoleh hadiah penalti setelah insiden pelanggaran terhadap Brahim Diaz di kotak terlarang yang diputuskan lewat tinjauan VAR.

Keputusan itu memicu protes keras dari kubu Senegal hingga laga sempat terhenti. Setelah pertandingan kembali dilanjutkan, eksekusi penalti Brahim Diaz berhasil digagalkan kiper Senegal, Edouard Mendy, sehingga skor tetap imbang dan laga berlanjut ke babak tambahan.

Momentum kemudian berbalik. Pada menit ke-94, Senegal memanfaatkan kelengahan lini belakang Maroko melalui skema serangan balik cepat yang dituntaskan Pape Gueye. Gol tersebut menjadi penentu hasil akhir sekaligus mengunci gelar juara bagi Senegal.

Maroko mencoba meningkatkan tekanan pada sisa waktu babak tambahan, namun pertahanan rapat Senegal mampu meredam setiap upaya. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 1-0 tidak berubah dan Senegal resmi menjadi penguasa Afrika.

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan