Banjir setinggi 60 cm rendam Kelapa Gading, akses jalan lumpuh

Khalied Malvino
Minggu, 18 Januari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 18/1/26 (Jakarta): Banjir merendam dan melumpuhkan aktivitas di tiga kelurahan wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Minggu (18/1/26) pagi.

Genangan air menutup puluhan ruas jalan utama hingga permukiman warga, memaksa ratusan orang mengungsi.

Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko Putra mengatakan banjir mulai menggenangi kawasan tersebut sejak pukul 06.00 WIB.

“Hasil monitoring, tiga kelurahan terendam banjir sejak Minggu pagi pukul 06.00 WIB,” kata Seto di Jakarta.

Di Kelurahan Kelapa Gading Barat, banjir terjadi di banyak titik strategis. Jalan Yos Sudarso di sekitar Halte Kodamar tergenang air setinggi sekitar lima sentimeter.

Genangan lebih tinggi ditemukan di sepanjang Jalan Boulevard Barat, termasuk kawasan Gading Batavia, depan Bank BNI, Bank Danamon, hingga area Emerald Tower Honda dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 35 sentimeter.

Air juga menguasai Jalan GBI, mulai dari samping Lottemart hingga depan RS Mitra Gading dengan kedalaman mencapai 25–35 sentimeter.

Sejumlah ruas lain yang terdampak di wilayah ini meliputi Paladian Park, Ruko GBI, Jalan Nias Raya, Jalan BGR, Perintis Kemerdekaan, Boulevard Utara, Jalan Hibrida, serta Kompleks TNI AL Kodamar.

Di Kelurahan Kelapa Gading Timur, banjir menutup akses Jalan Boulevard Timur dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter sehingga tidak dapat dilalui kendaraan roda dua.

Kondisi serupa terjadi di Jalan Raya Boulevard depan Mal Kelapa Gading dan Jalan Gading Indah arah Polsek Kelapa Gading.

Sementara itu, Kelurahan Pegangsaan Dua menjadi salah satu wilayah terdampak terparah. Genangan setinggi hingga 40 sentimeter terjadi di Jalan Hibrida Raya, TL Pintu 3 Kelapa Hibrida, dan Jalan Raya Pegangsaan Dua.

Di Kampung Rawa Indah RW 03, tujuh RT terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 50–60 sentimeter.

“Kami sudah kerahkan personel untuk evakuasi dan pelayanan terhadap masyarakat di lapangan,” ujar Seto.

Akibat kondisi tersebut, sebanyak 201 warga RW 03 Kelurahan Pegangsaan Dua terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

“Para pengungsi tersebar di beberapa masjid, mushalla, serta gardu warga yang dijadikan tempat penampungan sementara,” kata Lurah Pegangsaan Dua Sarmudi.

Ia menyebutkan lokasi pengungsian antara lain Masjid At-Taqwa RT 003/03, Masjid Al-Husnah RT 004/03, Gardu FBR dan Mushalla Darul Mukmin RT 005/03, serta Masjid Jami Albahriyah RT 006/03.

Aparat gabungan masih bersiaga di lapangan untuk membantu warga terdampak dan memantau perkembangan situasi. (P-Khalied M)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025