Kapal induk nuklir AS, USS Abraham Lincoln sedang menuju Timur Tengah, kemungkinan untuk persiapan menyerang Iran.(thecradle)PRIORITAS, 17/1/26 (Washington): Amerika Serikat (AS) memperingatkan Iran agar jangan main-main dengan keseriusan Presiden Donald Trump, yang akan membalas dengan keras jika kepentingan AS diserang.
“Jangan bermain-main dengan Presiden Trump. Jika rezim Republik Islam menyerang aset-aset Amerika, Republik Islam akan menghadapi kekuatan yang sangat, sangat dahsyat,” tulis Departemen Luar Negeri seperti dikutip Beritaprioritas.com hari Sabtu (17/1/2026)
Peringatan itu disampaikan Departemen Luar Negeri AS menanggapi pidato Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di mana ia menyalahkan Presiden Donald Trump atas korban jiwa selama protes di negaranya dan menyebutnya sebagai pemberontakan Amerika.
Pernyataan Ali Khamenei juga mengancam akan menyerang kepentingan AS di Timur Tengah, lapor Ynetnews.
Ia juga mengatakan Donald Trump harus dimintai pertanggungjawaban atas korban jiwa dan kerusakan selama aksi demo di Iran tersebut.
Dalam unggahan berbahasa Persia di X, Deplu AS mengakui telah mendengar laporan Republik Islam sedang mempersiapkan opsi untuk menyerang pangkalan Amerika.
“Seperti yang telah berulang kali ditekankan oleh Presiden Trump, semua opsi tetap terbuka. Jika rezim menyerang aset Amerika, mereka akan menghadapi kekuatan yang sangat besar”, tegas pernyataan Kemlu AS, seperti dilaporkan Jerusalem Post.
Khamenei mengatakan Presiden Trump dianggap kriminal, karena selain menyebabkan banyak korban jiwa juga membuat tuduhan negatif terhadap bangsa Iran.
“Tokoh-tokoh media Barat ikut campur dalam aksi pemberontakan di masa lalu, tetapi kali ini presiden AS sendiri yang mendorong para pemberontak,” kata Khamenei.
Khamenei melanjutkan dengan mengatakan baik AS maupun Israel sama-sama bersalah.
Khamenei menekankan ia tidak ingin membawa negara ke dalam perang, tetapi ia tidak akan mengampuni para penjahat, baik domestik maupun asing.
Laporan mengutip para pejabat militer AS, peralatan perang tambahan AS yang kemungkinan besar akan digunakan untuk melakukan serangan terbaru ke Iran, sudah berada di Timur Tengah.
Grup serang kapal induk AS, USS Abraham Lincoln dengan sejumlah kapal penghancur yang membawa peluru kendali jarak jauh, juga sudah mendekati perairan Timur Tengah.(P-Jeffry W)