Seekor gajah jantan masuk ke perkampungan di India dan menginjak 20 orang hingga tewas.(aninews)PRIORITAS, 13/1/26 (New Delhi): Seekor gajah liar mengamuk dan menginjak-injak 20 orang hingga tewas di negara bagian Jharkhand, India timur.
Serangan pembunuhan beruntun gajah tersebut terjadi dalam beberapa hari, sebelum hewan itu menghilang saat para pejabat mulai memburu dan melacaknya.
“Seekor gajah jantan yang sendirian telah menginjak-injak hingga tewas setidaknya 20 orang antara tanggal 1 dan 9 Januari di kawasan hutan Chaibasa dan Kolhan di distrik West Singhbhum, rumah bagi hutan pohon Sal terbesar di Asia”, kata petugas kehutanan India, divisi Chaibasa, Aditya Narayan.
Yang membuat warga dan petugas khawatir, tidak ada serangan dalam empat hari terakhir, tetapi gajah tersebut masih belum dapat dilacak.
Seorang anggota departemen kehutanan juga menjadi salah satu korban gajah tersebut.
“Pergerakan gajah sangat tidak menentu. Tidak ada laporan cedera dan kematian dalam empat hari terakhir, dan gajah tersebut belum terlihat,” jelas Narayan seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Selasa (13/1/2026).
Serangan tunggal
Serangan yang dilakukan gajah tunggal ini belum pernah terjadi sebelumnya.
Gajah jantan tersebut telah menewaskan 13 orang di divisi Chaibasa dan tujuh orang di Kolhan.
Wilayah Chaibasa dan Kolhan di distrik West Singhbhum, Jharkhand, sekitar 1.400 km sebelah timur New Delhi, merupakan bagian dari sabuk hutan Saranda.
Menurut Narayan gajah jantan itu telah bergerak melintasi wilayah tersebut dan mengubah lokasinya dengan cepat, sehingga membuatnya sulit dilacak petugas kehutanan.
Gajah jantan itu, lapor The Independent, menyerang orang-orang di tengah malam di sekitar pinggiran hutan dekat lahan pertanian, tempat warga menjaga padi yang disimpan di ladang dan lumbung.
Dinas kehutanan telah mengerahkan sekitar 100 personel untuk mencari hewan tersebut untuk mengarahkannya ke lokasi yang lebih aman.
Para ahli dari negara bagian tetangga, Benggala Barat, juga telah dilibatkan untuk mengarahkan gajah tersebut kembali ke hutan.
Peningkatan agresif
Para ahli meyakini gajah tersebut tampaknya telah menjadi liar dan sedang mengalami masa musth, suatu kondisi periodik pada gajah jantan, yang ditandai dengan peningkatan agresif dan lonjakan hormon reproduksi.
Menurut warga desa, wilayah tersebut diliputi rasa takut, dengan keluarga-keluarga tetap berada di dalam rumah dan menyuarakan kekhawatiran khusus akan keselamatan anak-anak dan orang tua.
Pihak berwenang telah mendesak warga untuk menghindari daerah berhutan, karena para pejabat mengatakan sebagian besar serangan terjadi di sekitar daerah pinggiran.
Gajah yang sendirian itu dilaporkan telah membunuh tiga anggota keluarga, termasuk anak-anak berusia enam dan delapan tahun, dalam salah satu serangannya selama minggu pertama tahun ini.
Para pejabat sedang memantau desa-desa di sekitar hutan, tetapi karena tidak tersedianya bukti foto dan pergerakan gajah jantan yang tidak menentu, hal itu membuat perburuan hewan tersebut menjadi sulit.
Menurut sebuah studi terbaru Wildlife Institute of India, Jharkhand telah mencatat hampir 1.300 kematian akibat serangan gajah selama 23 tahun terakhir.
Sedangkan kematian gajah liar awal tahun ini sekitar 80 ekor di seluruh negeri, setelah tertabrak kereta api antara tahun 2020-2021 dan 2024-2025. (P-Jeffry W)