Prabowo: Penguasaan Iptek fondasi Indonesia menuju peradaban tinggi

Johanes Christiaan
Rabu, 14 Januari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 14/1/2026 (Malang): Presiden Prabowo Subianto mengirimkan pesan keras tentang arah masa depan bangsa. Indonesia tidak akan menjadi negara besar tanpa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di hadapan publik, Kepala Negara menegaskan bahwa kejayaan peradaban dan kesejahteraan rakyat hanya dapat dicapai oleh bangsa yang unggul dalam iptek, menjadikannya fondasi utama strategi pembangunan nasional ke depan.


“Dengan demikian kita dapat memberi kesejahteraan kepada rakyat Indonesia. Kita dapat memberi kualitas hidup kepada seluruh rakyat Indonesia untuk hidup dalam kondisi yang baik, hidup lepas dari kemiskinan dan kelaparan,” ujar Presiden Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang, sebagaimana dikutip dari laman Presiden Republik Indonesia, Selasa (13/1/2026).

Dalam konteks tersebut, Presiden menilai keberadaan lembaga pendidikan unggulan seperti SMA Taruna Nusantara menjadi wadah strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul. Dari pengamatannya terhadap negara-negara maju dan negara yang berkembang pesat, keberhasilan mereka hampir selalu ditopang oleh jaringan luas sekolah-sekolah unggulan.

“Dari pengamatan kita kepada negara-negara yang berkembang dengan pesat, bahkan negara-negara yang sudah jauh pembangunannya dan peradabannya, terdapat di sebuah negara mungkin di atas 100 sekolah-sekolah semacam ini,” kata Presiden.


Melalui SMA Taruna Nusantara, pemerintah bertekad mendorong keunggulan nasional di bidang iptek. Setelah pertama kali didirikan di Magelang pada awal 1990-an, pengembangan sekolah ini terus diperluas dengan pendirian kampus di Malang dan Cimahi, serta sejumlah daerah lainnya.

Presiden mengungkapkan, saat ini pembangunan kampus SMA Taruna Nusantara juga tengah berlangsung di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan, Sulawesi Utara (Minahasa), dan Sumatra Selatan (Pagar Alam). Ia menargetkan seluruh kampus tersebut dapat mulai beroperasi pada akhir Desember 2026.

“Kita harapkan akhir Desember 2026 kampus-kampus tersebut sudah bisa beroperasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan unggulan melalui pendirian SMA Garuda. Ia menargetkan setiap provinsi memiliki sekolah unggulan, bahkan hingga tingkat kabupaten melalui sekolah unggulan terintegrasi.

“Rencana saya juga di tiap kabupaten nanti kita akan membuat sekolah unggulan terintegrasi. Kita berharap 500 sekolah ini bisa kita selesaikan dalam empat tahun ke depan,” pungkas Presiden. (P-bwl)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan