
Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. (Pemko Batam)PRIORITAS, 9/1/2026 (Batam): Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan tidak ada aktivitas impor beras ke Batam, baik dalam satu tahun terakhir maupun dua hingga tiga tahun sebelumnya.

“Seluruh beras yang beredar di Batam dipastikan berasal dari produksi dalam negeri,” ujar Wali Kota Amsakar dalam keterangan resminya diterima di Batam, Jumat (9/1/26)
Amsakar menyampaikan, dari hasil pengecekan dokumen di kawasan FTZ maupun skema Delivery Duty Paid (DDP), tidak ditemukan izin maupun aktivitas impor beras. Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan isu dugaan masuknya beras impor ke Batam yang sempat berkembang di masyarakat.
Terkait kebutuhan pasar, Amsakar mengakui adanya permintaan khusus terhadap beras premium, sementara stok Bulog sebelumnya didominasi beras medium.

Pemerintah Kota Batam kemudian meminta dukungan pemerintah pusat, yang langsung direspons dengan pengiriman beras premium dari Subang, Lampung, serta rencana pasokan tambahan dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Dengan pasokan yang telah masuk dan yang masih dalam proses pengiriman, Amsakar memastikan stok beras premium di Batam dalam kondisi aman. Ia juga menegaskan bahwa fluktuasi harga pangan saat ini tidak terjadi pada komoditas beras, melainkan pada cabai, ayam, dan telur. (P-Jeff K)

