Marc Marquez ungkap tiga nama rival berbahaya di MotoGP 2026

Wolter Rumapar
Senin, 29 Desember 2025
MotoGP 0 539
3 menit membaca

Juara MotoGP 2025 Marc Marquez dari tim Ducati Lenovo. (Courtessy Beritasatu.com/AP/Hiro Komae)

PRIORITAS, 29/12/25 (Spanyol): Marc Marquez menjadi favorit utama untuk kembali memenangkan MotoGP 2026, yang juga akan menjadi tahun terakhir penggunaan regulasi mesin 1.000cc sebelum adanya perubahan regulasi besar pada tahun 2027.

Namun, Marquez menolak untuk bersikap jumawa dan tidak menerima status favorit itu begitu saja. Dalam wawancara dengan media El Periodico, ia menekankan bahwa setiap musim selalu berbeda. “Tidak peduli seberapa baik yang telah Anda lakukan di satu tahun, itu tidak berarti tahun berikutnya akan sama atau lebih baik,” ujarnya dikutip Crash, Senin (29/12/25).

Juara Dunia MotoGP 2025, Marc Marquez, memberikan pandangannya tentang persaingan yang akan terjadi di musim 2026. Rider Spanyol berusia 32 tahun itu memperkirakan musim depan akan berjalan “sangat intens” dan telah menyebutkan beberapa nama pembalap yang dianggapnya akan menjadi ancaman terbesar dalam upayanya mempertahankan gelar juara.

Performa pembalap berjuluk The Baby Alien ini memang menakjubkan, ia berhasil memenangkan total 11 balapan Grand Prix dan 14 balapan Sprint. Puncaknya, ia mencatatkan tujuh akhir pekan berturut-turut dengan raihan maksimal 37 poin antara seri Aragon dan Hungaria, membuatnya dengan mudah meraih gelar kelas utama yang ketujuh dalam kariernya.

Rekor abadi Giacomo Agostini

Dengan raihan gelar ketujuh di kelas utama ini, Marc Marquez kini menyamai perolehan gelar legenda MotoGP, Valentino Rossi. Ia hanya terpaut satu gelar lagi untuk menyamai rekor abadi delapan gelar yang dipegang oleh rider legendaris Italia, Giacomo Agostini.

Ia percaya akan ada beberapa rival yang sangat tangguh di musim 2026. Juara dunia ini secara spesifik menyebut tiga nama yang patut diwaspadai dari garasi Ducati sendiri. Nama pertama yang ia sebut adalah Alex Marquez, adiknya sekaligus runner-up kejuaraan dunia tahun lalu. Selanjutnya, ada Marco Bezzecchi, yang menurut Marquez mengakhiri musim 2025 dalam performa yang sangat baik.

Dan tentu saja, Pecco Bagnaia, pembalap yang merupakan juara dunia MotoGP dua kali dan menggunakan motor spesifikasi pabrikan yang sama dengan dirinya. “Kami memperkirakan musim yang sangat intens, terutama bagian pertama,” tandasnya.

Selain rival internal di Ducati, ancaman besar juga datang dari pabrikan Italia lain, Aprilia. Sepanjang musim 2025, Aprilia menunjukkan perkembangan yang signifikan dan menjadi pesaing serius bagi dominasi Ducati. Pabrikan yang bermarkas di Noale ini menikmati musim terbaiknya sepanjang sejarah MotoGP, berhasil meraih empat kemenangan Grand Prix seperti dikutip Beritasatu.com.

Performa Aprilia yang kian meningkat ini menempatkan mereka di posisi runner-up klasemen konstruktor. Sementara itu, Marco Bezzecchi, meskipun berada di tim satelit, berhasil merangsek ke posisi tiga besar dalam klasemen akhir pembalap, menunjukkan bahwa motor Italia non-Ducati juga memiliki kapabilitas untuk memenangkan balapan. (P-wr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025