

Jack Hibbert baru bekerja sebagai seorang polisi selama beberapa bulan sebelum ia ditembak (FOTO/BBC).

PRIORITAS, 23/12/25 (Australia): Seorang polisi muda yang tertembak di kepala dalam serangan di Bondi Beach telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Polisi percobaan Jack Hibbert, yang baru empat bulan bertugas, saat itu sedang berpatroli di sebuah acara Hanukkah ketika dua orang bersenjata melepaskan tembakan, melukai lebih dari 40 orang dan menewaskan 15 lainnya.
Pemuda berusia 22 tahun tersebut juga mengalami luka tembak di bahu dan kehilangan penglihatan pada salah satu matanya, namun kini menjalani pemulihan di rumah, seperti dikonfirmasi keluarganya melalui pernyataan resmi. Keluarganya menyampaikan rasa syukur mendalam karena bisa membawa Jack pulang, terlebih menjelang Natal, yang mereka anggap sebagai sebuah keajaiban.
Mereka juga mengucapkan terima kasih atas dukungan besar dari masyarakat serta memuji tenaga medis atas perawatan dan dedikasi luar biasa yang diberikan. Meski sudah berada di rumah, Jack masih dalam masa pemulihan dan membutuhkan ruang, dukungan, serta doa-doa positif yang berkelanjutan.

Keluarga sebelumnya menyampaikan, meskipun sudah tertembak saat kejadian, Hibbert tetap membantu para peserta festival hingga kondisinya tidak lagi memungkinkan. Rekan-rekan polisi yang berada di lokasi kejadian turut mengunjungi Jack di rumah sakit dan memberikan kesaksian mengenai keberaniannya. Mereka menggambarkan Jack sebagai sosok yang bergerak mendekati orang-orang yang membutuhkan pertolongan, bukan menjauh dari bahaya.
Ia menjadi salah satu dari dua polisi yang terluka dalam penembakan tersebut. Polisi lainnya, Constable Scott Dyson berusia 25 tahun, masih menjalani perawatan di rumah sakit berdasarkan pembaruan terakhir dari kepolisian.
Pekan lalu, Komisaris Kepolisian NSW Mal Lanyon menjenguk Hibbert di rumah sakit dan memujinya sebagai sosok muda yang penuh sikap positif. Lanyon juga menyatakan kepolisian akan memberikan dukungan penuh dan menyiapkan tugas yang sesuai setelah masa pemulihannya.
Pihak kepolisian menuduh para pelaku terinspirasi ideologi Islamic State dan sengaja menargetkan festival Yahudi dalam serangan yang telah dinyatakan sebagai aksi teror. Naveed Akram (24) didakwa atas 59 pelanggaran, termasuk 15 tuduhan pembunuhan dan satu dakwaan terorisme. Pelaku kedua, ayahnya Sajid Akram, tewas ditembak polisi di lokasi kejadian.
Dokumen pengadilan terbaru yang dirilis pada hari Senin mengungkapkan dua pelaku merencanakan serangan tersebut secara terperinci selama berbulan-bulan. Dua hari sebelum penembakan, keduanya juga sempat mengunjungi Bondi untuk melakukan pengintaian. (P-Gio R)

