Banjir Bandang Terjang Wisata Air Panas Guci Tegal. (Liputan6)PRIORITAS, 22/12/25 (Jakarta): BMKG mengimbau masyarakat di seluruh Jawa Tengah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir serta longsor, yang diperkirakan terjadi pada penghujung Desember 2025.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, menyampaikan pada hari Senin (22/12/25), berdasarkan Peringatan Dini Cuaca dan Iklim Provinsi Jawa Tengah Dasarian III Desember 2025 yang dirilis BBMKG Wilayah II, seluruh wilayah Jawa Tengah kini telah memasuki musim hujan.
Berdasarkan hasil pemantauan parameter global, indeks Indian Ocean Dipole (IOD) tercatat berada pada fase negatif dengan nilai minus 0,72, sedangkan indeks El Niño-Southern Oscillation (ENSO) berada dalam kondisi netral.
Peningkatan intensitas hujan
Ia menjelaskan, situasi tersebut turut memicu peningkatan intensitas hujan di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di Jawa Tengah.
“Oleh karena itu, BBMKG Wilayah II mengeluarkan peringatan dini curah hujan tinggi untuk periode Dasarian III Desember 2025 atau tanggal 21-31 Desember 2025. Beberapa wilayah bahkan masuk dalam kategori Siaga,” katanya, dikutip dari Liputan6.
Berdasarkan prakiraan cuaca, sejumlah daerah ditetapkan dalam status Siaga dengan potensi curah hujan sekitar 200–300 milimeter per dasarian, yakni Kabupaten Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Magelang, Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, serta Cilacap.
Adapun wilayah yang masuk kategori Waspada dengan curah hujan berkisar 150–200 milimeter per dasarian mencakup Kota Semarang, Kota Magelang, Kota Salatiga, Kabupaten Batang, Kendal, Demak, Jepara, Kudus, Pati, Temanggung, Kabupaten Semarang, Grobogan, Boyolali, Sragen, Sukoharjo, Karanganyar, Kebumen, serta Purworejo.
Potensi banjir rob
Selain hujan dengan intensitas tinggi, potensi banjir rob juga mengintai sejumlah kawasan pesisir, antara lain Semarang, Demak, Pekalongan, Batang, Kendal, Jepara, Brebes, Tegal, serta Pemalang, pada periode 21–30 Desember 2025.
“Di saat yang sama, gelombang dengan kategori sedang (tinggi 1,25–2,5 meter) berpotensi muncul di Samudra Hindia selatan Jawa Tengah hingga tanggal 24 Desember 2025,” katanya.