Tonton Youtube BP

Perseteruan mantan CEO Google dan selingkuhan, merembet ke tuduhan pemerkosaan

Rebecca Wilhelmina T
29 Nov 2025 14:45
4 minutes reading

PRIORITAS, 29/11/25 (Los Angeles): Perselingkuhan antara mantan CEO  Google, Eric Schmidt yang kini berusia 70 tahun, dan Michelle Ritter (31 tahun), saat ini menjadi pembicaraan hangat di kalangan bisnis Amerika Serikat (AS).

Michelle Ritter, sang selingkuhan, bukan orang sembarangan. Perempuan cantik itu adalah pengusaha muda dengan latar pendidikan yang mengesankan. Ia meraih gelar sarjana dari Johns Hopkins University, lalu melanjutkan studi hukum (JD) dan MBA di Columbia University.

Di kawasan industri Silicon Valley di Montain View, California, di mana kanor pusat Goggle berada, Michelle Ritter dikenal cerdas, ambisius, dan cepat membangun koneksi. Ia mendirikan StarX Networks, sebuah platform yang memungkinkan penggemar berinvestasi pada performa atlet.

Saat ini, Michelle Ritter telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Tinggi Los Angeles, California, AS.

Michelle Ritter adalah seorang pengusaha muda lulusan kampus ternama, Johns Hopkins University, dan Columbia University, AS. (Source: IG, X, FB via wolipop)

Awal pertemuan

Beredar kabar, Michelle Ritter bertemu Eric  Schmidt, mantan CEO Google, pada September 2020. Pertemuan itu menjadi awal hubungan keduanya, baik secara bisnis maupun romantis. Namun, hubungan yang dulu berjalan baik, kini berubah menjadi konflik hukum yang serius.

Disebutkan, Michelle Ritter ikut mendirikan Steel Perlot bersama Schmidt, sebuah startup incubator yang melahirkan sejumlah perusahaan teknologi, termasuk Keeta, jaringan pembayaran.

Di balik layar, Ritter mengklaim banyak terlibat dalam pekerjaan strategis Schmidt, mulai mengedit buku bersama Henry Kissinger, mempersiapkan dokumen untuk pemerintahan Biden, hingga memberi masukan ketika Schmidt berupaya membeli tim bola basket NFL, Washington Commanders.

Dalam gugatan yang diajukan pekan lalu di Los Angeles County Superior Court (Pengadilan Tinggi LA), Michelle Ritter membeberkan tuduhan berat terhadap Schmidt yang kini berusia 70 tahun, yaitu: pemerkosaan, kekerasan fisik, pelecehan, hingga pengawasan diam-diam.

Salah satu kejadian paling mengerikan disebut terjadi pada November 2021, di sebuah kapal pesiar mewah. “Dia mengikuti saya ke kamar mandi, membenturkan saya ke dinding, dan memperkosa saya secara paksa. Saya memohon agar dia berhenti dan mengatakan bahwa dia menyakiti saya, tetapi dia mengabaikan permintaan saya. Keesokan paginya, Schmidt mencoba meyakinkan saya bahwa saya menikmati serangan itu,” ungkap Michelle.

Micheele juga mengklaim peristiwa lain terjadi di Burning Man 2023, ketika Schmidt disebut memulai aktivitas seksual saat dirinya sedang tertidur.

“Saya sudah mengatakan ‘tidak’ dan berusaha menghentikannya, tapi saya tahu perlawanan hanya membuat keadaan lebih buruk,” ujarnya.

Selain kekerasan seksual, Michelle Ritter menuduh Schmidt melakukan penyadapan digital dan pemantauan tanpa izin. Ia mengaku perangkatnya disusupi spyware sehingga Schmidt bisa melihat email atau dokumen yang seharusnya sudah terhapus. Pada 2024, ia mengaku menemukan kamera tersembunyi dan alat penyadap di rumahnya.

“Beberapa kali, Schmidt diam-diam memotret saya tanpa izin saat saya tanpa busana, termasuk masuk ke kamar mandi ketika saya mandi,” jelasnya.

Kekerasan fisik

Michelle Ritter menggambarkan Schmidt sebagai sosok yang tidak stabil. Ia mengklaim pernah didorong hingga memar, diteriaki dari jarak dekat, hingga didorong ke meja.

Schmidt juga disebut memaksanya tampil sangat seksi dalam pertemuan bisnis serta menyuruhnya mengonsumsi obat stimulan untuk menurunkan berat badan, lalu mengejeknya karena dianggap terlalu kurus.

Di depan rekan kerja, Schmidt diduga pernah melontarkan kalimat melecehkan. “Kalian harus lihat dia kalau telanjang. Setidaknya dia cantik,” ungkap Schmidt.

Dalam gugatan yang sama, Michelle Ritter menuduh Schmidt menginvestasikan US$100 juta (sekitar Rp1,6 triliun) ke Steel Perlot tetapi memanipulasi struktur keuangannya sehingga perusahaan terbebani utang. Ia juga mengklaim Schmidt memalsukan tanda tangannya dalam sejumlah dokumen.

Bantahan pihak Schmidt

Eric Schmidt mantan CEO Google dan istri, Wendy Schmidt. (Source: IG, X, FB via wolipop)

Pihak Schmidt membantah seluruh tuduhan. Pengacaranya, Patricia Glaser, menyebut gugatan Michelle Ritter sebagai pengalihan isu.

“Upaya putus asa untuk mempublikasikan pernyataan palsu dan memfitnah, yang justru bertentangan dengan pernyataannya sendiri, demi mengalihkan perhatian dari sengketa bisnis yang sudah berlangsung lama,” ungkap Patricia, dilansir dari wolipop akhir pekan ini.

Schmidt menuding masalah sesungguhnya berasal dari manajemen perusahaan Michelle Ritter. Pria yang sudah beristri itu juga menuduh Ritter sebagai pembohong kompulsif demi memperoleh keuntungan.

Eric Schmidt, yang pernah dijuluki ‘Casanova Silicon Valley, memang dikenal memiliki hubungan dengan banyak wanita muda. Rumor yang beredar menyebut bahwa Schmidt dan istrinya, Wendy Schmidt, telah menjalani hubungan terbuka (open relationship) selama 45 tahun.

Dalam hubungan terbuka, pasangan boleh menjalin hubungan dengan pria atau wanita lain tanpa protes. Schmidt memimpin Google sebagai CEO dari 2001 hingga 2011 dan kini memiliki kekayaan lebih dari US$48 miliar (setara dengan sekitar Rp799 triliun). (P-/rwt)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x