Berkali-kali diisukan mundur, akhirnya Sri Mulyani diganti

Armin Mandika
Selasa, 9 September 2025
2 menit membaca

PRIORITAS, 9/9/25 (Jakarta): Setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Purbaya Yudhi Sadewa sebagai menteri keuangan yang baru, maka Sri Mulyani resmi tidak berstatus menjadi Menteri Keuangan.


Presiden Prabowo Subianto melakukan kocok ulang terhadap personel Kabinet Merah Putih, termasuk menteri keuangan pada hari ini, Senin (8/9/25). Reshuffle ini adalah yang pertama yang dilakukan Prabowo setelah memimpin Kabinet Merah Putih sejak 20 Oktober 2024.

Adanya pergantian pos di kementerian keuangan terbilang mengejutkan meskipun berkali-kali Sri Mulyani diisukan mundur.

Seperti diketahui, sempat tersirat kabar bahwa mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani akan mengundurkan usai penjarahan yang terjadi di kediamannya, Jalan Mandar, Bintaro Sektor III, Tangerang Selatan, saat demo lalu.


Kemudian Sri Mulyani juga mendapat tekanan kuat dari publik usai ucapannya soal kesejahteraan guru dan dosen menuai kontroversi. Pernyataan itu dinilai menyinggung masyarakat, meski Kementerian Keuangan menegaskan video yang viral merupakan hasil manipulasi alias deepfake.

Kemudian Sri Mulyani pun dikaitkan dengan tunjangan rumah DPR RI yang mencapai Rp 50 juta per bulan. Besarnya tunjangan tersebut memicu demonstrasi besar-besaran di Jakarta dalam beberapa hari terakhir.

Usai dikabarkan mundur, Prabowo resmi mengganti Sri Mulyani. Mantan Managing Editor World Bank tersebut sebelumnya juga pernah mundur dari jabatan menteri keuangan.

Tanggal 5 Mei 2010, Sri Mulyani mengajukan pengunduran dirinya sebagai menteri keuangan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), karena ditunjuk menjadi Managing Director (Direktur Pelaksana) Bank Dunia. Namanya diganti di tengah memanasnya konflik Bank Century.

Maka IHSG pada 5 Mei 2010 langsung anjlok 112,77 poin atau 3,81% akibat sentimen mundurnya Sri Mulyani.

Kemudian Presiden SBY menyetujui pengunduran diri tersebut, dan digantikan oleh Agus Martowardojo pada 20 Mei 2010.

Saat itu Sri Mulyani secara terbuka menyatakan bahwa ia mengundurkan diri karena desakan politik dan merasa tidak mendapatkan dukungan dalam sistem pada saat itu.

Tetapi kemudian Sri Mulyani kembali menjabat sebagai Menteri Keuangan pada era Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dilantik pada 27 Juli 2016.

Di era Jokowi, terdapat beberapa isu bahwa Sri Mulyani akan mundur dari jabatannya sebagai Menteri Keuangan.

Kemudian, Sri Mulyani kembali menjabat Menteri Keuangan pada era Presiden Prabowo Subianto yang dilantik pada 21 Oktober 2024.

Namun, sebagaimana dilansir dari CNBC Indonesia, tak luput dari isu mundur dari jabatannya, lagi-lagi di era Presiden Prabowo, Sri Mulyani kembali diisukan akan mundur, sebelumnya akhirnya tergantikan. (P-*r/AM)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan