Indomaret belum tembus Padang, benarkah terkendala regulasi?

Khalied Malvino
Senin, 28 Juli 2025
1 menit membaca


PRIORITAS, 28/7/25 (Padang): Padang masih jadi daerah yang belum tersentuh jaringan minimarket besar seperti Indomaret. Namun, bukan berarti perusahaan diam saja. Direktur Indomaret, Wiwiek Yusuf, menyebut buka-tutup toko itu hal biasa dalam dunia ritel.

“Pasti (ada yang tutup). Dalam perusahaan ‘kan ada yang buka, ada yang tutup. Kalau yang tutup berarti itu potensinya kurang. Tapi kita buka juga di tempat lain,” ujarnya.

Kini, Indomaret justru menargetkan membuka 1.000 gerai baru hingga akhir 2025. Beberapa daerah seperti Indonesia Timur dan kota Padang termasuk wilayah yang belum dijangkau. Soal belum hadirnya Indomaret di Padang, ia menyebut bukan karena bisnis, tapi perizinan.


“Ya, masih banyak yang belum ada. Indonesia Timur, kemudian kayak Padang kita belum masuk juga. Tapi Aceh kita sudah masuk,” kata Wiwiek, seperti dikutip Beritaprioritas dari CNBCIndonesia.com, Senin (28/7/25).

“Kalau Padang itu belum masuk karena lebih ke perizinan. Tapi memang kalau saya lihat adil ya (di Padang). Mereka nggak boleh masuk satu, nggak boleh masuk semua kan,” sambungnya.

Sementara itu, untuk kawasan timur seperti Papua dan NTT, tantangannya ada pada sistem distribusi.

“Timur kan lebih ke logistiknya. Kita mesti ngatur logistiknya. Gimana logistik itu bisa sampai ke pelosok kan. Itu mesti kita atur. Sebelum masuk ke sana, pasti kita mengatur logistik,” tutupnya. (P-Khalied M)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan