Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga (tengah), memberikan arahan kepada para mitra INKLUSI dalam melakukan pendampingan kepada para perempuan di Balai Giri Nata Mandala, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (19/4). (Foto: ANTARA)PRIORITAS, 19/4/24 (Badung): Sehari jelang Musyawarah Nasional Perempuan ke-2, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga, menghadiri dialog dengan para mitra INKLUSI. Dialog diadakan di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Kabupaten Badung, Bali, pada Jumat 19 April 2024.
Melalui dialog itu, menteri yang juga berasal dari Bali itu ingin mendengarkan berbagai praktik baik yang telah dilakukan dalam mendampingi para perempuan akar rumput di Indonesia. “Kami mengharapkan pendampingan terbaik untuk perempuan dan anak di Indonesia, termasuk penyandang disabilitas dan kelompok marjinal bisa menjadi perhatian kita semua,” kata Bintang.
Program INKLUSI di KemenPPPA dimaksudkan untuk memberikan kesempatan yang sama kepada semua pihak, termasuk perempuan, anak, terlebih kaum marjinal yang terpinggirkan dan kaum disabilitas. Termasuk di dalamnya adalah langkah-langkah untuk memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak yang kerap dirundung tindak kriminal seperti penganiayaan, pemerkosaan, bahkan pembunuhan.
Ia mengungkapkan, dalam satu dekade terakhir, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia sudah berada pada posisi tunggu di atas 70 poin. Namun kesenjangan masih terlihat di mana IPM laki-laki 76,73 poin, sedangkan IPM perempuan 70,31 poin.