Perjuangan bidan di pedalaman Kalimantan Barat, bertaruh nyawa untuk Ibu Melahirkan

Giovanni Riung
Kamis, 1 Oktober 2026
KESRA 0 86
2 menit membaca

PRIORITAS, 1/10/26 (Kalimantan): Perjuangan tenaga kesehatan di kawasan terpencil Indonesia kerap menguras air mata dan rasa haru. Pasalnya, seorang bidan di pedalaman Kalimantan Barat nekat menerjang derasnya arus sungai demi merujuk pasien.


Bidan ini mendampingi seorang ibu yang hendak melahirkan menggunakan perahu kayu kecil.

Akses jalan darat menuju fasilitas kesehatan dari ujung desa memang masih sangat minim. Keterbatasan sarana ini membuat jalur sungai menjadi satu-satunya tumpuan saat kondisi darurat medis.

Bidan Terus Pantau Kondisi Pasien di Atas Perahu

Selanjutnya, perjalanan menyusuri sungai tersebut penuh dengan risiko dan ancaman keselamatan jiwa. Namun, sang bidan tanpa lelah memantau tanda-tanda vital sang ibu sepanjang alur pelayaran.


Ketenangan dan dedikasi bidan menjadi pelindung utama bagi calon ibu dan bayinya.

Langkah berani ini menuai banyak pujian serta rasa hormat dari netizen di media sosial. Publik menyuarakan dukungan penuh bagi para nakes yang mengabdi di garis terdepan. “Bukan sekadar perjalanan menyusuri sungai. Ini adalah perjuangan membawa seorang ibu menuju tempat aman,” tulis laporan di thread viral @bidanoxystocin.

Harapan Perbaikan Akses Layanan Kesehatan di Daerah Terpencil

Sementara itu, peristiwa ini menggarisbawahi pentingnya pemerataan infrastruktur kesehatan di daerah terisolir. Pemerintah diharapkan segera membenahi akses transportasi dan fasilitas medis di wilayah pelosok.

Perbaikan sarana darurat sangat krusial agar nakes tidak perlu lagi mempertaruhkan nyawa.

Oleh sebab itu, keselamatan ibu dan anak harus menjadi prioritas utama pelayanan publik. Harapan besar tercurah agar perjuangan berisiko tinggi seperti ini tak lagi terulang di masa depan. (P-Gio R)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan