
Flyer pengoperasian KMP Tarusi sebagai pengganti sementar KMP Lokongbanua dan KMP Lohoraung. (Pemkab Sitaro/ASDP)PRIORITAS, 1/10/26 (Sitaro): Konektivitas transportasi laut masyarakat Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) mendapat dukungan armada tambahan. KMP Tarusi mulai beroperasi sebagai kapal bantuan pada lintasan Likupang–Biaro–Tagulandang–Siau, Kamis, 1 Oktober 2026.

Pengoperasian KMP Tarusi menjadi kabar penting bagi masyarakat Sitaro menyusul dua kapal yang selama ini mendukung pelayanan transportasi laut sedang mengalami gangguan operasional. KMP Lohoraung menjalani docking, sedangkan KMP Lokong Banua harus menjalani perbaikan pada bagian gearbox.
Kondisi tersebut berpotensi mengurangi ketersediaan armada dan memengaruhi mobilitas masyarakat antarpulau. Karena itu, kehadiran KMP Tarusi kiranya dapat menjaga agar aktivitas transportasi laut tetap berjalan. Terutama selama proses perawatan dan perbaikan Lokong Banua dan Lohoraung.
KMP Tarusi akan membantu melayani lintasan Likupang–Biaro–Tagulandang–Siau yang menghubungkan sejumlah wilayah kepulauan Sitaro dengan kawasan Likupang, Kabupaten Minahasa Utara.

Bagi masyarakat Sitaro, transportasi laut memiliki peran penting karena aktivitas sehari-hari sangat bergantung pada kelancaran konektivitas antarpulau. Layanan kapal tidak hanya digunakan untuk mobilitas warga, tetapi juga menunjang kegiatan ekonomi serta distribusi berbagai kebutuhan masyarakat.
Karena itu, berkurangnya armada kapal yang beroperasi dapat memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat. Pengoperasian KMP Tarusi menjadi salah satu langkah untuk menjaga pelayanan transportasi tetap berjalan di tengah kondisi tersebut.
Plt. Bupati Kepulauan Sitaro, Heronimus Makainas, SE, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, atas upaya menghadirkan kapal ferry pengganti bagi masyarakat Sitaro.
Menurut Heronimus, keberadaan KMP Tarusi sangat membantu pemerintah daerah dalam mempertahankan kelancaran mobilitas masyarakat, terutama ketika KMP Lohoraung menjalani docking dan KMP Lokong Banua masih dalam proses perbaikan.
“Terima kasih kepada Bapak Gubernur Sulawesi Utara yang telah mengupayakan kapal ferry pengganti. Ini sangat membantu masyarakat Sitaro, khususnya dalam menjaga kelancaran mobilitas antarpulau,” ujar Heronimus.
Ia menilai dukungan armada tambahan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga konektivitas wilayah Sitaro yang memiliki karakter geografis kepulauan. Kelancaran transportasi laut diperlukan agar aktivitas masyarakat tetap dapat berlangsung meski terdapat kapal yang sementara tidak beroperasi.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sitaro berharap pelayanan KMP Tarusi dapat berjalan lancar dan memberikan kemudahan bagi masyarakat selama KMP Lohoraung menjalani docking dan KMP Lokong Banua menyelesaikan perbaikan gearbox.
Dengan beroperasinya kapal bantuan tersebut, Pemkab Sitaro berharap arus penumpang dan barang tetap terlayani sehingga masyarakat tidak mengalami hambatan berarti dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kehadiran KMP Tarusi sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap keberlanjutan konektivitas transportasi laut di wilayah kepulauan. Pemerintah daerah berharap pelayanan kapal dapat berlangsung secara optimal sampai armada yang menjalani perawatan dan perbaikan kembali beroperasi. (P-*/sm)

