Penyakit mudah menular: Tips cara mencegah Influenza A pada anak

Harley DT
Senin, 28 September 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 28/9/26 (Surabaya): Penularan Influenza A pada anak tengah menjadi perhatian serius karena sifatnya yang mudah menular.


Terkait hal itu, pakar penyakit tropis Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Priyo Budi Purwono, mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan vaksinasi influenza untuk melindungi buah hati dari virus ini.

Anak-anak dinilai jauh lebih rentan terinfeksi karena sistem imunitas mereka yang masih dalam tahap perkembangan.

“Anak-anak lebih rentan karena mereka belum sepenuhnya memahami pembatasan dalam berinteraksi, termasuk kebiasaan menjaga higiene seperti menutup mulut ketika batuk atau bersin,” ujar Priyo Budi di Surabaya, Senin (28/9/26).


Mengenal gejala Influenza A

Menurut Ketua Lembaga Penyakit Tropis (LPT) Unair itu, Influenza A adalah tipe virus yang menginfeksi saluran pernapasan atas dan bawah. Virus ini menular secara cepat melalui “droplet” yaitu percikan air liur saat penderita batuk atau bersin, serta kontak fisik dengan menyentuh benda-benda yang telah terkontaminasi virus.

Diterangkan, gejala umumnya muncul setelah masa inkubasi 1 hingga 7 hari. Untuk itu orang tua harus jeli memperhatikan tanda-tanda awal seperti demam dan nyeri tubuh, pilek dan batuk, serta nyeri saat menelan.

Karena gejalanya sangat mirip dengan infeksi saluran pernapasan biasa, diagnosis pasti hanya bisa tegak melalui pemeriksaan medis lanjutan seperti tes usap (swab) hidung atau tenggorokan, serta foto rontgen dada.

Virus influensa A. (AI Generated via medcom.id)

Waspadai komplikasi radang paru-paru

Meski sebagian besar kasus Influenza A berada pada tingkat ringan hingga sedang, orang tua dilarang meremehkan penyakit ini.

Disebutkan, penyakit ini berpotensi memicu komplikasi fatal berupa radang paru-paru (pneumonia).

“Komplikasi yang perlu diwaspadai adalah radang paru-paru. Jika peradangan semakin berat ditandai dengan sesak napas, bunyi napas tambahan, dan menyebabkan hipoksemia (kekurangan oksigen). Pada kondisi yang lebih berat, pasien dapat mengalami kegagalan napas,” papar Dosen Fakultas Kedokteran Unair tersebut.

Langkah pencegahan terbaik untuk anak

Priyo Budi mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan menerapkan protokol kesehatan dasar yang telah dipelajari dari pengalaman pandemi lalu.

Langkah pencegahan yang disarankan adalah menjaga kebersihan diri dan lingkungan (rutin cuci tangan), menerima vaksin influenza secara berkala, mengurangi interaksi di luar rumah atau sekolah ketika anak sedang sakit, serta menerapkan gaya hidup sehat dengan istirahat cukup, olahraga, dan konsumsi makanan bergizi.

Dokter Priyo Budi mengingatkan, jika kondisi anak tidak kunjung membaik atau menunjukkan gejala sesak napas, segera bawa ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat. (P-Ant/hdt)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan