Banjir parah Bangkok, puluhan ribu orang masih terjebak

Jeffry Wuisan
Minggu, 27 September 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 27/9/26 (Bangkok): Banjir besar masih melanda wilayah timur Bangkok, Thailand. Sekitar 20.000 orang masih terjebak di komunitas tersebut.


Pihak Balai Kota Bangkok hari Minggu (27/9/26) melaporkan air banjir masih setinggi leher orang dewasa atau lebih dari satu meter di beberapa tempat.

Sekitar 50 pasien yang terbaring di tempat tidur di sebuah rumahsakit telah dievakuasi.

Tim penyelamat juga bergegas mengevakuasi warga lanjut usia, dan orang-orang rentan lainnya dari kompleks perumahan yang dilanda banjir di distrik Lat Krabang, Bangkok, pada hari Minggu.


Tim dari Yayasan Poh Teck Tung turut membantu orang-orang yang terjebak banjir parah dan membantu memindahkan warga dari rumah mereka.

Salah satu daerah yang paling parah terkena dampak adalah perumahan umum Rom Klao, lapor media Bangkok Post.

Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt mengatakan sangat prihatin dengan komunitas Rom Klao, yang memiliki sekitar 30.000 penduduk.

Tempat penampungan sementara didirikan di Institut Teknologi Raja Mongkut Ladkrabang.

Para pejabat meminta dukungan tambahan dari Otoritas Angkutan Massal Bangkok dan truk-truk militer berdaya angkut tinggi milik GMC untuk membantu evakuasi.

Para pejabat mengatakan sebagian besar warga yang masih berada di daerah tersebut masih membutuhkan bantuan darurat, dengan persediaan makanan dan air minum yang terbatas.

Seluruh 50 distrik di Bangkok dinyatakan sebagai zona bencana pada hari Sabtu setelah hampir 48 jam hujan lebat yang menyebabkan banjir meluas.

Banjir menyebabkan masalah lalu lintas, dan gangguan terhadap kehidupan sehari-hari di Bangkok

Kabinet Thailand menetapkan tanggal 28-29 September sebagai hari libur nasional khusus sehubungan dengan banjir tersebut.

Penerbangan dan bagasi tertunda

Banjir di Bangkok juga menyebabkan kekacauan bagasi dan penundaan penerbangan di bandara internasional utama Thailand, Suvarnabhumi.

Penumpang yang tiba di bandara Suvarnabhumi terpaksa menunggu lima atau enam jam untuk bagasi mereka.

Sejumlah penerbangan mengalami penundaan sejak Sabtu karena masalah dengan operasional darat Thai Airways.

Gangguan dimulai pada tanggal 26 September dan berlanjut hingga hari Minggu, menyebabkan banyak penumpang dan barang bawaan mereka terlantar di bandara.

Pihak bandara Suvarnabhumi menyatakan pada hari Minggu mereka telah menerima keluhan dari penumpang Thai Airways tentang keterlambatan keberangkatan, serta dari penumpang yang tiba yang harus menunggu lama untuk mengambil bagasi mereka.

Investigasi menemukan banjir di beberapa daerah telah memengaruhi staf penanganan darat Thai Airways International Plc untuk berangkat kerja.

Akibatnya, maskapai tersebut kekurangan staf darat untuk menangani operasionalnya.

Situasi tersebut diperparah kerusakan yang melibatkan beberapa troli bagasi Thai Airways, yang semakin mengganggu operasi penanganan darat untuk penerbangan keberangkatan dan bongkar muat bagasi dari penerbangan kedatangan.

Puluhan kendaraan berbagai jenis terjebak banjir di ruas jalan Bangkok tengah menuju bandara Don Mueang, Thailand. (ho/cna)

 

Media Channel News Asia (CNA) juga melaporkan banjir ikut menghambat lalulintas jalan-jalan utama di Bangkok termasuk ruas menuju bandara Don Mueang.

Jalan Vibhavadi Rangsit yang menghubungkan Bangkok tengah ke bandara Don Mueang masih tergenang banjir dan kendaraan kecil sejenis taksi atau SUV tak bisa lewat.

Pihak bandara Don Mueang menyarankan para penumpang pesawat harus menyiapkan waktu sekitar 2 hingga 4 jam lebih awal untuk mengantisipasi hambatan lalulintas akibat banjir.(P-*/jw)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan