Pemprov DKI mulai pendataan lahan proyek MRT Thamrin-Kwitang

Khalied Malvino
Minggu, 20 September 2026
1 menit membaca

PRIORITAS, 20/9/26.(Jakarta): Penjangkauan rute sepanjang 1,76 kilometer mengawali langkah Pemprov DKI Jakarta mendata lahan dan bangunan terdampak pembangunan MRT Tahap 1 Segmen 1 Koridor Thamrin-Kwitang.


Aksi pendataan awal menyasar kawasan Jalan Kramat Kwitang serta Jalan Kebon Sirih di wilayah Jakarta Pusat.

​”Pendataan awal ini dilakukan oleh Tim Persiapan Pengadaan Tanah Pembangunan MRT Koridor Thamrin-Kwitang kepada pihak-pihak yang rencananya terdampak pembangunan,” kata Ketua Subkelompok Penanganan Pengaduan Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda DKI Ebron Leonard Sirait di Jakarta, Minggu (20/9/26).

​Tahapan kerja lapangan mendatangi langsung para pemilik aset di sepanjang koridor perencanaan.


Langkah sosialisasi awal mendahului proses pendataan demi menjamin transparansi pengadaan tanah.

​”Pembangunan MRT direncanakan dilakukan secara bertahap,” jelas Ebron.

​Target pengoperasian 2031 memacu PT MRT Jakarta melangsungkan lelang paket pekerjaan konstruksi Lintas Timur-Barat rute Medan Satria hingga Tomang.

Proyeksi penumpang harian membidik angka 284.000 orang melalui pengoperasian jalur bawah tanah kawasan Bank Indonesia menuju Senen.

​Progres fisik lapangan juga mencatat pembangunan Lintas Utara-Selatan menuju Jakarta Kota yang sudah menembus angka 63 persen.

Capaian perpanjangan rute tersebut siap melayani mobilitas warga DKI Jakarta mulai tahun 2029 mendatang. (P-Ant/Khalied M)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan