
Tampak atas kegiatan bongkar muat cargo di Terminal Umum Batu Ampar, Batam, Kepri. (ANTARA/HO-BP Batam).PRIORITAS, 20/9/26 (Batam): Aktivitas perdagangan di Kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam terus menunjukkan tren positif. Pasalnya, volume bongkar muat general cargo di Terminal Umum Batu Ampar sudah menembus 1.376.034 ton sepanjang Januari hingga Agustus 2026.

Capaian mengagumkan ini mencatatkan angka 102 persen dari target tahunan. Oleh karena itu, pengelola kawasan menilai sektor kepelabuhanan menjadi indikator utama dalam menggenjot investasi daerah seperti dilansir dari ANTARA.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengonfirmasi bahwa pertumbuhan arus logistik di kawasan ini bergerak sangat cepat. “Pertumbuhan yang konsisten di sektor logistik dan kepelabuhanan hingga Agustus 2026 ini merupakan sinyal kuat bahwa denyut perekonomian dan iklim investasi Batam terus bergairah. Pelabuhan adalah urat nadi perdagangan Batam,” ujar Amsakar pada Sabtu (19/9/2026).
Selanjutnya, beberapa indikator utama ikut menunjukkan lonjakan positif secara tahunan (year on year). Arus peti kemas dan bongkar muat barang di pelabuhan tersebut sama-sama tumbuh hingga 8 persen.

Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni, merincikan pendapatan dari sektor ini. “Hingga akhir Agustus 2026, penerimaan sektor kepelabuhanan mencapai Rp303,14 miliar, atau 61,85 persen dari target tahunan sebesar Rp490,15 miliar,” jelas Benny.
Di sisi lain, volume peti kemas yang masuk sudah mencapai 542.927 TEUs. Angka tersebut merealisasikan sekitar 72 persen dari target tahunan yang dipatok sebanyak 750.000 TEUs.
Sementara itu, pihak pengelola siap memacu akselerasi kinerja logistik pada kuartal IV-2026. Langkah ini mencakup elektrifikasi alat bongkar muat, modernisasi fasilitas, serta digitalisasi proses operasional.
Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menegaskan pentingnya efektivitas tata kelola bisnis di lingkungan pelabuhan. “Melalui penguatan Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan, kami memastikan setiap aset kepelabuhanan BP Batam dioptimalkan secara komersial dengan standar tata kelola yang transparan dan profesional,” kata Denny.
Oleh sebab itu, modernisasi infrastruktur ini bertjuan untuk memperkuat posisi Batam. Langkah tersebut diharapkan mampu mengukuhkan Batam sebagai transshipment hub internasional di Selat Malaka. (P-*Ant/Gio R)

