
Atlet timnas panjat tebing Indonesia Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita Kusuma Dewi yang sukses meraih medali emas nomor speed perorangan pada World Climbing Series 2026 di Krakow, Polandia, dan Chamonix, Prancis, tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa 14 Juli 2026. (Beritasatu.com/Kemenpora)PRIORITAS, 15/7/26 (Tangerang): Atlet panjat tebing Indonesia mengukir prestasi gemilang pada kejuaraan dunia perorangan World Climbing Series 2026 di Chamonix, Prancis. Tim nasional panjang tebing berhasil mengawinkan medali emas nomor speed perorangan.

Hal tersebut terungkap saat kedatangan para atlet disambut Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Surono bersama pelatih tim speed, Galar Pandu Asmoro, di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (14/7/26).
Para atlet mendapat pengalungan bunga sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian mereka dalam rangkaian World Climbing Series 2026. Medali emas dipersembahkan Desak Made Rita Kusuma Dewi pada nomor speed perorangan putri dan Veddriq Leonardo di sektor putra. Sedangkan Antasyafi Robby Al Hilmi melengkapi pencapaian Indonesia dengan meraih medali perak nomor putra. Sebelum berlaga di Chamonix, Desak juga meraih medali emas pada World Climbing Series Krakow 2026 di Polandia.
Prestasi tersebut membuat Desak membawa pulang dua medali emas dari dua seri kejuaraan dunia secara beruntun. Dilansir dari Beritasatu.com, pemerintah merespons pencapaian itu dengan menegaskan komitmen menambah dukungan anggaran bagi program pemusatan latihan nasional atau pelatnas dan uji coba ke luar negeri. (P-*/wr)


