Usai lama membantah, militer Israel akhirnya akui tembak mobil bocah lima tahun Hind Rajab

Giovanni Riung
Kamis, 20 Agustus 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 20/8/26 (Jakarta): Pasukan Pertahanan Israel (IDF) akhirnya membenarkan bahwa personel militer mereka menembaki mobil yang membawa Hind Rajab, bocah perempuan Palestina berusia lima tahun, pada awal 2024. Serangan di wilayah Tel al-Hawa, Gaza tersebut menewaskan Hind beserta enam anggota keluarganya.

Otoritas militer Israel menyatakan bahwa pihak Divisi Investigasi Kriminal Polisi Militer resmi membuka penyelidikan atas tragedi kelam tersebut. Langkah ini sekaligus mencakup penyelidikan pengeboman tim medis yang berusaha menolong korban.

Panggilan darurat dan penyerangan ambulans

Sementara itu, rekaman suara memilukan saat korban terjebak di dalam mobil sempat mengguncang perhatian publik internasional. Hind sempat bertahan hidup dan melakukan percakapan telepon selama berjam-jam bersama operator Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS), Rana Faqih.

Pihak PRCS kemudian memberangkatkan dua paramedis, Yusuf al-Zeino dan Ahmed al-Madhoun, setelah mendapatkan izin koordinasi dari tentara Israel. Naas, pasukan militer tetap membom ambulans tersebut hingga menewaskan kedua petugas medis saat tiba di lokasi.

Porotan internasional dan keraguan lembaga ham

Di sisi lain, penyelidikan resmi ini juga memproses kasus pembunuhan 15 warga Palestina termasuk petugas medis dan pekerja PBB di Rafah pada Maret 2025. Pihak IDF mengklaim pemeriksaan ini menjadi bentuk kepatuhan terhadap hukum internasional serta upaya menghindari sanksi Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC).

Namun, Yayasan Hind Rajab bersama lembaga HAM Yesh Din meragukan efektivitas investigasi internal tersebut. Mereka menganggap pemeriksaan internal militer sangat jarang menghasilkan hukuman yang adil bagi para prajurit yang terlibat.

Pada akhirnya, pengungkapan fakta ini makin mempertegas tingginya risiko keselamatan bagi warga sipil dan petugas kemanusiaan di area konflik. Berbagai organisasi dunia terus mendesak adanya pengawasan independen demi menjamin keadilan bagi seluruh korban. Pihak keluarga korban berharap proses hukum mampu menyeret seluruh pihak yang bertanggung jawab ke hadapan keadilan. (P-Gio R)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025