Klaim Iran kalah, Trump: Selat Hormuz segera jadi wilayah AS

Jeffrey Rawis
Rabu, 19 Agustus 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 19/8/26 (New York): Secara terang-terangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bakal segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah kekuasaan AS. Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Jumat (14/8/26) pekan lalu dalam peresmian Akademi Kepolisian Nassau County yang baru di Garden City, New York.

Trump mengklaim langkah tersebut akan diambil seiring posisi Iran yang dinilainya terus mendesak dalam perang yang saat ini masih berkecamuk, sebagaimana dilansir Anadolu Agency.

“Setelah kita selesai mengalahkan Iran, yang sedang mengalami kekalahan sangat parah, tak lama lagi saya akan mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS,” ujar Trump.

Diketahui, sengketa atas Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia untuk perdagangan dan pasokan energi global, terjadi di tengah kebuntuan diplomasi antara Washington dan Teheran.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya kedua negara sempat menyepakati gencatan senjata yang difasilitasi oleh Pakistan pada April lalu. Kesepakatan lanjutan kemudian ditandatangani pada 17 Juni guna memulai negosiasi menuju perjanjian akhir.

Tetapi, proses perundingan tersebut mendadak mogok akibat perbedaan pendapat mengenai jaminan keamanan serta kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Menyusul kebuntuan diplomasi tersebut, eskalasi militer kembali memanas. Antara 8 hingga 24 Juli, AS dan Iran saling melancarkan serangan militer.

Dilaporkan, Washington menggempur sejumlah target di dalam wilayah Iran, sementara Teheran membalas dengan menyerang fasilitas dan peralatan militer AS di beberapa negara Arab, termasuk Yordania, Bahrain, dan Kuwait.

Blokade AS ketat

Sementara itu, di tengah ketegangan militer tersebut, Trump menegaskan bahwa blokade AS di perairan strategis itu masih terus berlaku secara ketat.

“Tidak ada kapal yang bisa lewat kecuali jika kita mengizinkannya,” tegas Trump.

Dari data firma analitik komoditas dan pelayaran Kpler yang dikutip CNN, hingga 12 Agustus, atau 166 hari sejak perang pecah, tercatat ada 3.371 kapal yang melintasi Selat Hormuz. Jumlah tersebut hanya mencapai sekitar 20 persen dari volume lalu lintas kapal sebelum perang terjadi.

Kemudian di sisi lain, pihak militer Iran membantah keras klaim AS mengenai kendali penuh atas Selat Hormuz. Komando pusat militer Iran pada Kamis (13/8/26) menegaskan bahwa pernyataan Washington mengenai penguasaan Selat Hormuz sama sekali tidak benar. Dilansir Kompas.com, pihak militer Iran menguraikan bahwa klaim tersebut tidak lebih dari kebohongan dan rekayasa yang tidak berdasar. (P-*r/jr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025