Bantuan usaha ekonomi Rp 1 juta per keluarga mengalir, Sulteng dorong warga miskin bangkit lewat usaha

Sem Muhaling
Selasa, 18 Agustus 2026
DAERAH Sosial 0 206
2 menit membaca

PRIORITAS, 17/8/26 (Palu): Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menyalurkan Bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) tahap pertama. Program tersebut menyasar masyarakat sangat miskin dan miskin untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menyerahkan bantuan secara simbolis di Kota Palu. Penyerahan berlangsung saat rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

“Semoga usaha bisa semakin sukses,” kata Anwar Hafid. Pemerintah menyalurkan bantuan kepada warga yang masuk Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Program tersebut bertujuan membantu keluarga miskin membangun usaha dan meningkatkan pendapatan. Karena itu, pemerintah mengarahkan bantuan untuk mendukung kemandirian ekonomi penerima manfaat.

639 keluarga untuk tahap pertama

Pemprov Sulawesi Tengah menyalurkan bantuan tahap pertama kepada 639 kepala keluarga. Mereka tersebar pada tujuh kabupaten di wilayah Sulawesi Tengah.

Kabupaten Sigi mendapat alokasi 40 kepala keluarga. Selanjutnya, Donggala menerima 100 kepala keluarga dan Banggai 99 kepala keluarga.

Kabupaten Banggai Laut menerima 100 kepala keluarga. Kemudian, Tojo Una-Una, Poso, dan Parigi Moutong masing-masing menerima 100 kepala keluarga.

Pemerintah menyerahkan bantuan secara simbolis kepada dua penerima dari Kabupaten Sigi. Mereka ialah Heliatul Awalia dari Desa Bora dan Ariani dari Desa Sidera.

Rp1 juta untuk usaha produktif

Heliatul Awalia menggunakan bantuan tersebut untuk menjalankan usaha rice bowl. Sementara itu, Ariani mengembangkan usaha nasi kuning.

Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah Kiki Rezqi Ramdaniasari mengatakan program tersebut bernama UEP Sajuta. Setiap keluarga penerima memperoleh bantuan sebesar Rp1 juta.

Dinas Sosial Sulawesi Tengah menargetkan 1.300 kepala keluarga menerima bantuan sepanjang 2026. Tahap pertama menjangkau 639 keluarga pada tujuh kabupaten.

Selanjutnya, pemerintah akan menyalurkan bantuan tahap kedua kepada lima kabupaten dan satu kota. Dengan demikian, target 1.300 penerima dapat tercapai secara bertahap.

DTSEN menjadi dasar penentuan penerima

Kiki menjelaskan pemerintah menggunakan DTSEN untuk menentukan calon penerima bantuan. Dinas Sosial menyampaikan kriteria penerima kepada pemerintah kabupaten dan kota.

Pemerintah daerah kemudian melakukan verifikasi terhadap data calon penerima. Langkah tersebut bertujuan memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima keluarga yang memenuhi kriteria.

Pemerintah memprioritaskan keluarga yang masuk DTSEN Desil 1 dan 2. Kelompok tersebut mencakup masyarakat dengan kondisi sosial ekonomi paling rendah.

Melansi Antaranews Sulteng, berdasarkan DTSEN Pemprov Sulawesi Tengah periode Desember 2025, terdapat 248.112 keluarga dalam Desil 1 dan 2. Jumlah tersebut setara dengan 831.827 jiwa yang tersebar di 13 kabupaten dan kota.

Data tersebut menjadi dasar penting dalam pelaksanaan program bantuan sosial dan pemberdayaan ekonomi. Dengan verifikasi berjenjang, pemerintah berupaya mengurangi risiko bantuan salah sasaran.

Melalui UEP Sajuta, pemerintah tidak hanya memberikan bantuan konsumtif kepada masyarakat miskin. Program tersebut juga mendorong penerima membangun usaha yang dapat menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan. (P-*Ant/sm)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025