Pasokan listrik Flores kembali normal, PLN percepat pemulihan jaringan distribusi pascagempa NTT

Zamir Ambia
Senin, 17 Agustus 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 17/8/26 (Jakarta): PT PLN (Persero) bergerak cepat mengamankan dan memulihkan sistem kelistrikan di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa bumi berkekuatan M7,7 mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8) pagi. Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo turun langsung ke lokasi untuk memastikan proses pemulihan listrik di daerah terdampak berjalan optimal.

Darmawan menuturkan, PLN langsung mengerahkan seluruh sumber daya setelah gempa untuk mengamankan infrastruktur kelistrikan dan memulihkan pasokan secara bertahap. Dalam proses tersebut, PLN tetap mengutamakan keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan.

Kurang dari 12 jam setelah gempa, PLN memulihkan seluruh 11 Gardu Induk (GI) terdampak hingga kembali beroperasi penuh. Langkah tersebut membantu PLN menormalkan pasokan utama sekaligus mempercepat penyaluran listrik ke jaringan distribusi dan pelanggan di berbagai wilayah Flores.

“Alhamdulillah, dari sisi pembangkitan Daya Mampu Pasok sudah mencapai 111 MW. Ini lebih dari cukup untuk melayani beban saat ini sekitar 95 MW maupun kondisi normal sekitar 105 MW. Seluruh 11 Gardu Induk juga sudah pulih 100 persen. Artinya, dari sisi pasokan utama kita sudah sangat siap,” ucap Darmawan.

Darmawan juga mengapresiasi seluruh pihak yang turut mendukung PLN dalam memulihkan sistem kelistrikan Flores.

“Terima kasih atas dukungan dan kolaborasi Pemerintah Daerah, BPBD, TNI, dan Polri yang bersama-sama mendukung upaya pemulihan PLN di lapangan. Sinergi ini sangat membantu kami menghadapi berbagai tantangan dan mempercepat proses pemulihan kelistrikan di wilayah terdampak,” kata Darmawan.

Setelah memulihkan pasokan utama, PLN kini memfokuskan penanganan pada jaringan distribusi. Satu penyulang masih mengalami gangguan akibat gempa dan longsor. Sejumlah tiang listrik juga roboh dan patah sehingga PLN perlu memperbaiki atau menggantinya.

“Seluruh kekuatan dan personel kami kerahkan secara all-out untuk memperbaiki dan mengganti tiang-tiang yang rusak. Kami berharap penyulang yang masih mengalami gangguan dapat segera dipulihkan hari ini, sepanjang kondisi kebencanaan memungkinkan,” imbuh Darmawan.

Dua wilayah jadi prioritas penanganan

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur F. Eko Sulistyono mengatakan, Kabupaten Nagekeo dan Reo mengalami dampak gempa cukup berat. PLN memetakan titik kerusakan serta kebutuhan penanganan secara detail untuk mempercepat proses pemulihan.

Eko menuturkan, PLN mengerahkan personel, material, dan peralatan ke kedua wilayah tersebut. Jika diperlukan, PLN akan segera menambah dukungan dari wilayah lain untuk mempercepat perbaikan jaringan dan memulihkan pasokan listrik bagi pelanggan terdampak.

Ia menegaskan, PLN akan terus memantau proses pemulihan hingga seluruh pelanggan kembali mendapatkan listrik. PLN juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPBD, TNI, dan Polri agar penanganan di lapangan berjalan cepat, aman, dan terkoordinasi.

“Kami akan terus mengawal langsung sampai seluruh pelanggan kembali menyala. Namun, di tengah kondisi gempa susulan yang masih terjadi, keselamatan personel tetap menjadi prioritas. Kita harus bergerak cepat, tetapi tetap memastikan setiap langkah di lapangan dilakukan dengan aman,” tegasnya.

Selain memulihkan jaringan, PLN memprioritaskan pasokan listrik untuk fasilitas publik dan vital, seperti rumah sakit, bandar udara, kantor pemerintahan, tempat pengungsian warga, serta fasilitas pelayanan masyarakat lainnya. Pasokan listrik yang andal mendukung penanganan korban gempa dan menjaga keberlangsungan layanan dasar masyarakat.

“PLN akan terus berada di lapangan dan bekerja bersama seluruh pihak hingga kondisi kelistrikan kembali normal. Kecepatan pemulihan penting, tetapi keselamatan masyarakat dan petugas tetap menjadi yang utama,” tutur Eko, demikian informasi yang diterima dari Beritasatu. (P-Zamir)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025