Merespon pidato kenegaraan Presiden Prabowo dari AS, SBY nyatakan optimis terhadap arah pembangunan nasional

Herling Tumbel
Minggu, 16 Agustus 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 16/8/26 (Jakarta): Dari Rochester, Amerika Serikat (AS), presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyatakan optimismenya terhadap arah pembangunan nasional yang dipaparkan Presiden Prabowo Subianto dalam Pidato Kenegaraan tahun 2026.

SBY menyampaikan pandangannya melalui sebuah video yang direkam di Rochester, Amerika Serikat, dan diunggah di akun Instagram resmi @aniyudhoyono, yang dipantau di Jakarta, Minggu (16/8/26), seperti dilansir dari Antara.

“Berbicara mengenai tahun 2027, serta dimulainya pelaksanaan anggaran negara tahun 2027, saya melihat bahwa cetak biru dan agenda pembangunan yang akan dijalankan pemerintah tahun depan semakin baik, semakin jelas, dan memberikan harapan baru bagi kita semua,” kata SBY.

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu mengaku menyimak Pidato Kenegaraan Prabowo dalam Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) serta Sidang Bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada Jumat (14/8/26).

Seperti diketahui, Susilo Bamabng Yudhoyono tidak dapat menghadiri undangan Presiden Prabowo saat menyampaikan Pidato Kenegaraan di Gedung Parlemen, Jumat lalu, karena di saat yang sama sedang berada di AS.

Bawa harapan baru bagi masyarakat

Dalam video SBY menerangkan bahwa ia juga menerima informasi dari sejumlah rekan di Indonesia mengenai substansi pidato tersebut, yang menurutnya membawa harapan baru bagi masyarakat.

Dikatakannya, gagasan pembangunan yang disampaikan pemerintah mengarah pada kebijakan yang tepat dalam menghadapi berbagai tantangan, baik di dalam maupun luar negeri.

“Saya tahu tantangan yang dihadapi bangsa kita masih cukup berat, baik dari faktor domestik maupun internal. Namun, apa yang telah dirancang dan direncanakan oleh pemerintah, menurut pandangan saya, sudah tepat,” ujarnya.

SBY menyebutkan bahwa sejumlah agenda yang dipaparkan pemerintah—seperti menjaga pertumbuhan ekonomi, mengurangi pengangguran dan kemiskinan, meningkatkan layanan kesehatan dan pendidikan, serta pembangunan infrastruktur—merupakan hal-hal penting bagi masyarakat.

“Menurut pandangan saya, ini adalah agenda yang sangat penting,” ucapnya.

SBY juga menyoroti target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 6 persen yang ditetapkan oleh pemerintahan Prabowo-Gibran. Menilai target tersebut ambisius, namun menurut SBY itu tetap dapat dicapai.

Mantan presiden dua periode tersebut merujuk pada pengalamannya sendiri saat memimpin Indonesia selama 10 tahun dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi sekitar 6 persen sebagai salah satu dasar optimismenya.

Yudhoyono  menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi juga berdampak pada produk domestik bruto (PDB) dan pendapatan per kapita.

“Jika angka 6 persen itu bisa dicapai oleh pemerintah Indonesia, hal itu akan memberikan dampak positif bagi rakyat kita,” ujar Yudhoyono. (P/Ant/ht)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025