Tonton Youtube BP

Presiden Trump setuju akan ada keajaiban bagi Ukraina untuk menang perang

Jeffry Wuisan
8 Nov 2025 21:47
3 minutes reading

PRIORITAS, 8/11/25 (Washington): Presiden Amerika Serikat (AS), Donald J Trump, setuju akan ada keajaiban bagi Ukraina untuk menang dalam perang menghadapi Rusia.

Hal itu terungkap ketika Trump bertemu dengan Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban,  di Washington pada hari Jumat (Sabtu waktu Indonesia), untuk membahas sanksi terhadap minyak Rusia dan perang di Ukraina.

“Ya, benar”, ujar Trump tersenyum menanggapi ucapan Orban yang menyebutkan sesuatu yang tidak disangka bisa terjadi bagi kemenangan Ukraina. “Keajaiban bisa terjadi,” kata Orban, seperti dikutip Beritaprioritas.com hari Sabtu (8/11/25).

Semula Trump meminta Orban untuk mengklarifikasi apakah ia yakin Ukraina tidak dapat memenangkan perang dengan Rusia.

Namun justru PM Hungaria, merasa yakin sisi kemenangan akan berpihak pada Ukraina.

“Anda tahu, keajaiban bisa terjadi,” jawab Orban, yang ditanggapi Trump dengan tawa: “Ya, benar.”

Sudah tiga tahun

Perang Rusia dan Ukraina sebenarnya sudah berlangsung sejak 2014 lalu, ketika Rusia merampas wilayah Krimea.

Namun perang besar-besaran pecah ketika Rusia melakukan invasi ke ibukota Ukraina, Kyiv, 14 Februari 2022.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, yang mempunyai pasukan dan peralatan milter jauh lebih besar dan lengkap  sesumbar bisa mengalahkan militer Ukraina dalam beberapa hari.

Tetapi kenyataan Rusia malah dipukul mundur pasukan Ukraina. Militer Rusia bahkan kehilangan ribuan kendaraan lapis baja seperti tank dan ratusan ribu tentara tewas,  karena diserang balik militer Ukraina yang menguasai medan tempur.

Perang Rusia-Ukraina bahkan sudah memasuki 3 tahun lebih. Rusia diduga kuat mengalami kerugian yang jauh lebih besar dari Ukraina.

1,15 juta tentara tewas

Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina melaporkan hingga kini Rusia telah kehilangan sekitar 1.150.100 tentara di Ukraina, sejak dimulainya invasi skala penuh pada Februari 2022.

Dalam angka baru yang dirilis pada hari Sabtu, seperti dilansir media The Independent, laporan tersebut menyebutkan Rusia telah kehilangan 11.330 tank, 23.544 kendaraan tempur lapis baja dan tangki bahan bakar, serta 34.321 sistem artileri selama konflik.

Angka-angka tersebut mencakup hilangnya 1.538 sistem roket peluncur ganda, 1.239 sistem pertahanan udara, 428 pesawat terbang, 347 helikopter, 78.928 pesawat tak berawak, 28 kapal dan perahu, dan satu kapal selam.

Wajib militer baru

Untuk menutupi kekurangan pasukannya, Presiden Rusia Putin bahkan telah memerintahkan wajib militer sebanyak 135.000 warga Rusia hingga akhir tahun 2025 ini.

“Putin meningkatkan jumlah warga Rusia yang wajib militer. Sebanyak 135.000 orang Rusia telah diperintahkan Putin untuk wajib militer hingga akhir tahun,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Inggris dalam pembaruannya kemarin.

Putin menandatangani undang-undang tentang wajib militer sepanjang tahun ke dalam tentara, menurut portal tindakan hukum Rusia.

Sudah sembilan tahun sejak Rusia memanggil begitu banyak prajurit dalam wajib militer musim gugurnya.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan setidaknya 160.000 prajurit dipanggil dalam penerimaan musim semi tahun ini.

Jumlah tersebut merupakan jumlah tertinggi prajurit Rusia yang direkrut ke militer selama musim semi sejak 2011.(P-Jeffry W)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Video Viral

Terdaftar di Dewan Pers

x
x