Sulteng bidik rute India-Malaysia, ekonomi Palu berpeluang terbang makin tinggi

Sem Muhaling
Minggu, 16 Agustus 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 15/08/26 (Kota Palu): Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mulai mengkaji peluang membuka penerbangan internasional dari Palu menuju India dan Malaysia. Rencana tersebut muncul setelah Bandar Udara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri berhasil melayani penerbangan perdana menuju Guangzhou, China. Karena itu, pemerintah daerah melihat peluang memperluas konektivitas udara menuju pusat ekonomi Asia lainnya.


Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Arniwaty Lamadjido mengatakan konektivitas internasional dapat membuka peluang ekonomi baru. Menurut dia, pemerintah daerah perlu menghubungkan Sulawesi Tengah dengan pasar internasional secara lebih luas.

“Untuk meningkatkan perekonomian daerah kita harus membuka rute penerbangan internasional India-Malaysia,” kata Reny di Kota Palu, Sabtu.

Penerbangan ke India-Malaysia jadi target baru

Reny menjelaskan, Pemprov Sulawesi Tengah masih mengkaji berbagai peluang sebelum membuka rute penerbangan internasional Palu-India dan Palu-Malaysia. Kajian tersebut mencakup sektor ekonomi, investasi, pendidikan, pariwisata, serta bidang potensial lainnya.


Namun, pemerintah daerah melihat investasi sebagai salah satu sektor yang berpotensi berkembang paling besar. Terutama, apabila Kota Palu memiliki konektivitas langsung dengan India dan Malaysia.

Reny menilai konektivitas udara dapat memperkuat posisi Palu sebagai pintu masuk kegiatan ekonomi regional. Selain itu, penerbangan langsung berpotensi mempercepat mobilitas pelaku usaha dan investor.

Meski demikian, pemerintah tidak ingin membuka rute baru tanpa perhitungan matang. Karena itu, kajian harus memperhitungkan potensi pasar dan jumlah calon penumpang.

Jangan rute dibuka, penumpang sepi

Reny menegaskan pemerintah perlu memastikan ketersediaan penumpang sebelum merealisasikan penerbangan internasional baru. Langkah tersebut penting agar maskapai memperoleh tingkat keterisian penumpang yang memadai.

“Ini masih kita kaji karena jangan sampai ketika maskapainya sudah ada tapi jumlah penumpangnya kurang,” ujarnya.

Dengan demikian, pemerintah ingin memastikan rute baru memiliki basis pasar yang kuat. Selain penumpang, pemerintah juga perlu melihat potensi perdagangan, investasi, pendidikan, dan pariwisata.

Apalagi, pembukaan rute internasional membutuhkan dukungan berbagai pihak. Pemerintah daerah harus berkoordinasi dengan maskapai, pengelola bandara, serta instansi terkait.

Palu-Guangzhou jadi modal awal

Wakil Direktur PT Garuda Indonesia Thomas Sugiarto mengatakan penerbangan Palu-Guangzhou membuka jalur pertumbuhan ekonomi baru.

Menurut dia, penerbangan langsung menghubungkan potensi Sulawesi Tengah dengan pasar internasional secara lebih efisien. Konektivitas tersebut juga dapat mendukung berbagai sektor unggulan daerah.

Thomas menyebut industri, perdagangan, investasi, pariwisata, serta komoditas unggulan membutuhkan konektivitas udara yang efisien. Karena itu, penerbangan langsung dapat memangkas waktu perjalanan menuju pusat perdagangan dan manufaktur.

Guangzhou sendiri merupakan salah satu pusat perdagangan dan manufaktur penting di China dan Asia. Kehadiran penerbangan langsung dari Palu dapat memperkuat akses pelaku usaha Sulawesi Tengah menuju kawasan tersebut.

Rute baru bisa perluas pasar

Pengembangan rute internasional juga dapat membuka peluang baru bagi pelaku usaha daerah. Sebab, konektivitas yang lebih baik dapat memudahkan mobilitas orang dan barang.

Selain itu, akses udara langsung dapat meningkatkan daya tarik Sulawesi Tengah bagi investor. Peluang tersebut semakin besar jika pemerintah mampu menghubungkan Palu dengan sejumlah pusat ekonomi Asia.

Karena itu, rencana menuju India dan Malaysia menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan penerbangan internasional Sulawesi Tengah. Pemerintah tetap akan mengutamakan kajian kelayakan sebelum mengambil keputusan.

Jika hasil kajian menunjukkan potensi pasar yang kuat, rute tersebut berpeluang menjadi penggerak ekonomi baru. Dengan begitu, konektivitas udara tidak hanya mendukung mobilitas, tetapi juga memperluas pasar produk daerah. (P-*Ant/sm)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan