
Warga Desa Rejeki, Kabupaten Sigi membersihkan puing bangunan akibat angin kencang, Sabtu (15/8/2026). (‘Courtesy’ Antara/HO-BPBD Sulteng)PRIORITAS, 15/8/26 (Sigi): Angin kencang menerjang Desa Rejeki, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Bencana tersebut merusak lima rumah warga di Dusun 1 Desa Rejeki. Hujan deras yang menyertai angin kencang juga membuat warga panik.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah Asbudianto membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan laporan itu dari Palu, Sabtu (15/8).
“Sebanyak lima rumah warga di Dusun 1 Desa Rejeki rusak,” kata Asbudianto.
Menurut Asbudianto, hujan deras datang bersamaan dengan angin kencang. Kondisi tersebut kemudian menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga.

Selain merusak rumah, cuaca ekstrem itu juga memicu kepanikan masyarakat. Warga kemudian bergerak membersihkan material bangunan yang berserakan.
Meski kerusakan terjadi pada beberapa rumah, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, warga terdampak tetap membutuhkan sejumlah kebutuhan dasar.
BPBD Sulawesi Tengah mencatat kebutuhan mendesak meliputi tenda, air bersih, dan makanan siap saji. Pemerintah perlu segera memenuhi kebutuhan tersebut untuk membantu warga terdampak.
Melansir Antara News, Kepala Desa Rejeki Dedan Lampekui mengatakan bencana tersebut juga berdampak pada delapan warga kelompok rentan.
Kelompok tersebut terdiri atas empat balita, tiga anak-anak, dan seorang penyandang disabilitas. Kondisi mereka menjadi perhatian pemerintah desa bersama warga.
Karena itu, penanganan warga terdampak tidak hanya berfokus pada perbaikan rumah. Pemerintah juga perlu memastikan kelompok rentan memperoleh kebutuhan dasar.
Selain itu, ketersediaan air bersih dan makanan siap saji menjadi kebutuhan penting selama proses penanganan. Bantuan tenda juga diperlukan bagi warga yang rumahnya tidak dapat digunakan dengan aman.
Dedan mengatakan pemerintah desa bersama masyarakat telah membersihkan material bangunan yang rusak. Langkah tersebut menjadi tahap awal penanganan setelah angin kencang menerjang permukiman.
Pemerintah desa juga menyiapkan langkah lanjutan untuk memperbaiki kerusakan rumah. Warga berencana memanfaatkan kembali sisa puing bangunan yang masih dapat digunakan.
Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan rumah warga. Namun, pemerintah tetap perlu memastikan struktur bangunan aman sebelum warga kembali menempatinya.
BPBD Sulawesi Tengah terus menjadi salah satu unsur penting dalam penanganan bencana daerah. Dokumen perencanaan BPBD juga mencatat Sigi sebagai salah satu wilayah dengan ancaman angin puting beliung.
Peristiwa di Desa Rejeki kembali menunjukkan risiko bencana hidrometeorologi di Kabupaten Sigi. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan ketika hujan deras dan angin kencang muncul.
BPBD juga memiliki peran dalam koordinasi, komando, dan pelaksanaan penanggulangan bencana. Pemerintah daerah perlu memperkuat kesiapsiagaan masyarakat hingga tingkat desa.
Masyarakat dapat mengamankan benda yang mudah terbang ketika angin kencang mulai bertiup. Warga juga sebaiknya menjauhi bangunan atau pohon yang berpotensi tumbang.
Dengan demikian, kesiapsiagaan dapat mengurangi risiko korban dan kerusakan. Terlebih lagi, kelompok rentan membutuhkan perhatian khusus ketika bencana melanda permukiman. (P-*Ant/sm)

