
Kepala Diskoperindag dan UMKM Kabupaten Gorontalo Utara Marzuki Tome (kacamata) bersama tim, melakukan verifikasi lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Dulukapa, Kecamatan Sumalata Timur, Kamis (13/8/26). (Courtesy’ Antara/Susanti Sako)PRIORITAS, 14/8/26 (Gorontalo Utara): Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara mempercepat verifikasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Pemerintah juga memeriksa kesiapan kelembagaan dan lokasi pembangunan koperasi. Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan UMKM Kabupaten Gorontalo Utara melakukan verifikasi tersebut. Tim meninjau sejumlah lokasi, termasuk Desa Dulukapa, Kecamatan Sumalata Timur.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan UMKM Gorontalo Utara Marzuki Tome memimpin peninjauan. Ia mengatakan verifikasi mencakup calon lahan pembangunan gedung koperasi.
Selain lokasi, tim juga memeriksa kepengurusan dan manajemen koperasi. Pemerintah ingin memastikan seluruh unsur kelembagaan memenuhi persyaratan sebelum koperasi beroperasi.
Marzuki mengatakan 13 KDMP telah menyelesaikan pembangunan gedung hingga 100 persen. Kelembagaan dan manajemen koperasi tersebut juga telah memenuhi tahapan yang diperlukan.

Namun, 13 koperasi itu belum langsung menjalankan operasional. Mereka masih menunggu sejumlah bantuan peralatan pendukung dari pemerintah.
Peralatan tersebut antara lain mobil truk dan mobil bak terbuka. Pemerintah juga menyiapkan bantuan alat pertanian berupa gentor untuk mendukung kegiatan koperasi.
Selain itu, seluruh gedung koperasi kini memasuki tahap pemasangan pendingin ruangan atau AC. Setelah seluruh fasilitas tersedia, 13 koperasi tersebut menyatakan siap memulai kegiatan operasional.
Gorontalo Utara memiliki 123 desa yang tersebar pada 11 kecamatan. Karena itu, pemerintah menargetkan pembentukan 123 Koperasi Desa Merah Putih.
Program tersebut membutuhkan kesiapan kelembagaan sekaligus fasilitas fisik. Pemerintah tidak hanya mengejar jumlah koperasi, tetapi juga memastikan setiap unit mampu beroperasi.
Saat ini, 28 koperasi lainnya masih membangun gedung. Rata-rata pembangunan gedung tersebut sudah mendekati tahap penyelesaian.
Pemerintah kemudian terus memeriksa perkembangan pembangunan dan kesiapan masing-masing koperasi. Langkah tersebut penting agar proses pembentukan koperasi berjalan sesuai target.
Persoalan lahan masih menjadi salah satu kendala pembangunan KDMP. Tidak semua lahan milik pemerintah berada pada lokasi yang strategis untuk kegiatan koperasi.
Karena itu, pemerintah mendorong pemerintah desa mencari lokasi alternatif. Pemilihan lokasi harus mempertimbangkan akses masyarakat dan kebutuhan operasional koperasi.
Jika pemerintah desa kesulitan menemukan lahan, kerja sama dapat menjadi pilihan. Pemerintah akan melihat perkembangan setiap desa sebelum menentukan solusi yang paling tepat.
Dengan demikian, pembangunan koperasi tidak berhenti karena persoalan lahan. Pemerintah membuka peluang kerja sama agar seluruh desa tetap dapat memiliki fasilitas KDMP.
Melansir Antara News, Diskoperindag dan UMKM Gorontalo Utara tidak hanya melakukan verifikasi awal. Pemerintah juga akan melanjutkan pengawasan terhadap koperasi setelah memasuki tahap operasional.
Pengawasan tersebut mencakup kelembagaan dan manajemen koperasi. Pemerintah ingin memastikan koperasi menjalankan kegiatan sesuai tujuan pembentukannya.
Selain itu, pemerintah perlu memastikan fasilitas pendukung dapat menunjang kegiatan ekonomi desa. Dengan pengawasan yang konsisten, KDMP diharapkan mampu berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Program tersebut pada akhirnya menargetkan penguatan ekonomi desa melalui koperasi. Karena itu, kesiapan gedung, peralatan, manajemen, dan lokasi menjadi bagian penting dalam proses tersebut. (P-*Ant/sm)

