
Xavi Hernandez resmi ditunjuk sebagai pelatih baru timnas Belanda pada Kamis (13/8/26). (KNVB.com)PRIORITAS, 13/8/26 (Amsterdam): Secara resmi, legenda Spanyol dan Barcelona Xavi Hernandez, ditunjuk untuk menangani Timnas Belanda menggantikan Ronald Koeman yang mengundurkan diri setelah hasil mengecewakan di Piala Dunia 2026.

“Xavi Hernandez telah ditunjuk sebagai pelatih kepala baru tim nasional putra Belanda. Xavi telah menyepakati kontrak hingga Piala Dunia FIFA 2030,” demikian pernyataan Asosiasi Sepak Bola Belanda (KNVB) melalui situs resmi pada Kamis (13/8/26).
“Saya menganggap ini sebagai kehormatan yang luar biasa untuk menjadi pelatih kepala tim nasional Belanda,” kata Xavi setelah resmi ditunjuk.
Memiliki ikatan khusus dengan Belanda

Xavi menyebut memiliki ikatan khusus dengan Belanda karena pengaruh dari Johan Cruyff, Rinus Michels, serta tokoh lainnya saat masih menimba ilmu di akademi Barcelona.
“Bisa dikatakan saya adalah bagian dari produk sepak bola Belanda. Pelatih hebat lainnya, terutama Louis van Gaal, yang memberi saya debut di Barcelona, serta Frank Rijkaard, juga memainkan peran penting dalam membentuk saya sebagai pemain dan pelatih.”
Hal menariknya, Xavi juga pernah menggantikan Koeman di Barcelona. Ia mengambil alih kursi pelatih Blaugrana pada 2021 dan berhasil membawa klub tersebut menjuarai LaLiga Spanyol pada musim 2022/23, sekaligus mengakhiri penantian gelar liga selama empat tahun.
Kini Xavi kembali ke dunia kepelatihan setelah dua tahun menganggur. Ia terakhir menangani Barcelona sebelum dipecat pada 2024.
Dapat tantangan baru
Xavi mendapat tantangan baru bersama Belanda setelah Oranje menjalani Piala Dunia 2026 yang mengecewakan. Belanda tersingkir pada babak 32 besar setelah kalah adu penalti dari Maroko di turnamen yang digelar di Amerika Utara tersebut.
Ia mengaku tertarik dengan karakter sepak bola Belanda yang menurutnya memiliki kesamaan dengan filosofi yang ingin diterapkannya.
“Belanda memiliki budaya sepak bola yang kaya dan visi yang jelas yang juga sangat menarik bagi saya: sepak bola menyerang, berbasis penguasaan bola, dengan kreativitas, gairah, dan keyakinan,” ujar Xavi, dikutip media.
“Tentu saja, tujuan paling penting selalu dan akan selalu menjadi kemenangan. Namun, saya lebih memilih meraihnya dengan cara yang mencerminkan karakteristik tersebut dan dapat dinikmati oleh masyarakat.”
Pengalaman di level tertinggi
Diketahui, Xavi memiliki pengalaman panjang di level tertinggi sebagai pemain maupun pelatih. Saat masih memperkuat Barcelona dan Timnas Spanyol, ia meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk Piala Dunia 2010 serta dua gelar Piala Eropa pada 2008 dan 2012.
Sesudah pensiun sebagai pemain, Xavi memulai karier kepelatihannya bersama klub Qatar, Al Sadd, pada 2019. Ia sukses mempersembahkan tujuh trofi sebelum kembali ke Barcelona pada 2021.
Lalu di Camp Nou, Xavi mampu membangkitkan Barcelona dari periode sulit dengan memenangkan LaLiga 2022/23 dan Piala Super Spanyol 2023. Namun, ia gagal mempertahankan performa tersebut dan meninggalkan klub setelah musim 2023/24 tanpa trofi.
Berpisah dengan Barcelona, Xavi sempat mendapat tawaran dari sejumlah klub dan tim nasional. Namun, ia memilih mengambil masa jeda sebelum akhirnya memutuskan kembali ke dunia kepelatihan.
Pada beberapa bulan terakhir, demikianAntara, Xavi juga telah menyatakan keinginannya untuk melatih tim nasional. Timnas Belanda kini menjadi kesempatan bagi mantan gelandang Barcelona tersebut untuk memulai babak baru dalam karier kepelatihannya itu. (P-*/jr)

