
Moh Akbar Ibrahim mahasiswa FEB Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mendapat medali perak pada ajang kompetisi internasional di Chiang Mai University, Thailand. (‘Courtesy’ Antara/HO-UNG) PRIORITAS, 12/8/26 (Gorontalo): Mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menorehkan prestasi di panggung internasional. Moh Akbar Ibrahim meraih medali perak pada 3rd International Student Competition 2026 di Thailand.
Mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNG itu meraih prestasi bersama timnya. Mereka mengusung karya ilmiah bertajuk “TRUST System: Empowering Youth to Build Inclusive and Sustainable Financial Governance”.

Dekan FEB UNG Raflin Hinelo menyampaikan capaian tersebut di Gorontalo, Selasa (11/8/2026). Menurut dia, Akbar dan tim sebelumnya telah lolos sebagai finalis kompetisi internasional tersebut.
Kompetisi berlangsung di Chiang Mai University, Thailand. International Student Community menyelenggarakan kegiatan tersebut bersama Faculty of Agro-Industry, Chiang Mai University.
Ajang internasional itu mempertemukan mahasiswa dari enam negara. Kondisi tersebut membuat persaingan berlangsung lebih kompetitif sekaligus memberi pengalaman akademik lintas negara.
Akbar bertindak sebagai ketua tim dalam kompetisi tersebut. Ia berkolaborasi dengan Nafaldin Subula dari Universitas Ichsan Gorontalo dan Nur Ilmi Khair dari Universitas Halu Oleo.
Tim Akbar menghadirkan inovasi berupa sistem pelaporan keuangan sederhana berbasis Microsoft Excel. Mereka merancang sistem tersebut untuk membantu organisasi mahasiswa meningkatkan transparansi. Selain transparansi, sistem itu juga mendorong akuntabilitas dan tata kelola keuangan yang lebih baik. Inovasi tersebut menyasar organisasi nirlaba skala kecil yang membutuhkan sistem sederhana.
Tim juga merancang sistem itu agar selaras dengan standar akuntansi nonprofit di Indonesia. Salah satu acuan yang mereka gunakan ialah ISAK 335. Dengan konsep tersebut, Akbar dan tim berupaya menjawab persoalan pengelolaan keuangan organisasi. Mereka menawarkan sistem yang mudah diterapkan tanpa membutuhkan perangkat lunak khusus.
Karya tersebut tidak hanya menawarkan solusi teknis dalam pelaporan keuangan. Tim juga mengangkat isu pemberdayaan generasi muda dalam membangun tata kelola yang baik. Gagasan tersebut sekaligus mendukung sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Karena itu, karya Akbar dan tim memiliki cakupan yang lebih luas.
Menurut Raflin, capaian tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa FEB UNG menghasilkan gagasan inovatif. Mereka juga mampu membawa gagasan tersebut ke kompetisi tingkat internasional.
Prestasi itu menjadi bukti bahwa mahasiswa daerah mampu bersaing dalam forum akademik global. Selain itu, kompetisi internasional memberi ruang bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan dan kreativitas.

Raflin mengatakan FEB UNG terus mendorong mahasiswa memperluas pengalaman akademik. Pihaknya juga mendorong mahasiswa membangun kompetensi melalui berbagai kegiatan internasional. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kompetisi internasional memiliki peran penting. Kegiatan tersebut dapat memperkuat kapasitas akademik sekaligus daya saing global mahasiswa. Karena itu, FEB UNG berkomitmen membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa. Mereka dapat mengembangkan kemampuan melalui kompetisi, konferensi, maupun kegiatan akademik lainnya.
Raflin berharap prestasi Akbar dan tim menjadi motivasi bagi mahasiswa lain. Mereka diharapkan berani mengembangkan gagasan dan mengambil peluang di tingkat internasional.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNG Melan Angriani Asnawi turut mengapresiasi capaian tersebut. Menurut dia, prestasi mahasiswa menjadi bagian dari proses pembinaan kemahasiswaan. Pembinaan tersebut mendorong mahasiswa berani mengembangkan potensi. Selain itu, mahasiswa perlu memiliki keberanian untuk berkompetisi pada tingkat yang lebih tinggi.
Melan menilai capaian Akbar dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya. Ia berharap mahasiswa semakin aktif mengikuti kompetisi dan mengembangkan kreativitas. Mahasiswa juga perlu meningkatkan kemampuan akademik dan nonakademik secara seimbang. Dengan begitu, mereka memiliki bekal yang lebih kuat saat menghadapi persaingan global.
Komitmen tersebut sejalan dengan program bidang kemahasiswaan FEB UNG. Pihak fakultas terus mendorong mahasiswa mengikuti berbagai kompetisi untuk mengembangkan potensi dan daya saing.
Dalam kompetisi tersebut, Akbar dan tim mendapat pendampingan dosen Jurusan Akuntansi FEB UNG Hendra Pratama Danial. Pendampingan dosen menjadi bagian penting dalam persiapan menghadapi kompetisi internasional. Dosen tidak hanya membantu mahasiswa mengembangkan gagasan. Pendampingan juga membantu tim menyiapkan materi dan menyempurnakan karya sebelum tampil dalam kompetisi.
Kolaborasi mahasiswa dan dosen tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan karya. Selain itu, proses tersebut memberi pengalaman akademik yang lebih kuat bagi mahasiswa.
Medali perak di Thailand menambah daftar prestasi FEB UNG pada tingkat internasional. Capaian tersebut sekaligus membawa nama UNG tampil dalam kompetisi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai negara.
Prestasi Akbar juga menunjukkan bahwa karya akademik mahasiswa dapat menjawab persoalan nyata. Sistem pelaporan keuangan yang sederhana dapat membantu organisasi kecil memperbaiki tata kelola.
Di sisi lain, kompetisi tersebut memberikan pengalaman berharga bagi anggota tim. Mereka tidak hanya berhadapan dengan peserta dari negara lain, tetapi juga menguji kemampuan menyampaikan gagasan. Karena itu, capaian tersebut dapat menjadi modal bagi Akbar dan tim untuk mengikuti kompetisi berikutnya. Pengalaman internasional juga dapat memperkuat portofolio akademik dan profesional mereka.
Capaian Akbar dan tim membawa pesan penting bagi mahasiswa Gorontalo. Keterbatasan lokasi bukan alasan untuk berhenti mengembangkan gagasan dan mengejar prestasi.
Kompetisi internasional membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan inovasi. Selain itu, forum tersebut mempertemukan mereka dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang.
Medali perak di Thailand menjadi bukti bahwa gagasan mahasiswa UNG mampu mendapat pengakuan. Kini, tantangannya ialah menjaga semangat inovasi dan memperluas prestasi pada ajang berikutnya.
FEB UNG berharap capaian tersebut memicu lebih banyak mahasiswa mengikuti kompetisi. Dengan demikian, semakin banyak karya mahasiswa yang dapat tampil di tingkat nasional maupun internasional. (P-Ant/sm)

