‘Brand’ minuman keras Newport minta maaf atas dugaan penistaan agama di Ancol

Selvijn MJR
Kamis, 13 Agustus 2026
HUKRIM 0 476
2 menit membaca

PRIORITAS, 13/8/26 (Jakarta): Newport brand minuman keras atau Miras, menyampaikan permohonan maaf atas dugaan penistaan agama yang terjadi di The Sound Project digelar di Ancol, Jakarta Utara, Minggu (9/8/26).


Ilustrasi Miras.(Istimewa)

“Sehubungan dengan beredarnya video di booth Newport pada gelaran festival musik The Sounds Project, Minggu (9/8/26), Newport menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat di Indonesia atas kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan, rasa terluka, dan kegaduhan yang terjadi,” tulis Direktur Newport, Handoko Sasongko dalam keterangan resminya, Rabu (12/8/26) kemarin.

Selanjutnya pihaknya memastikan bahwa challenge atau tantangan yang diberikan oleh pihak MC bukan merupakan bagian dari gagasannya.

“Newport perlu meluruskan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh Newport. Aktivitas tersebut muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi,” tulisnya lagi.


Mengakui kelemahan dalam melakukan pengawasan

Juga pihaknya mengakui kelemahan dalam melakukan pengawasan di acara tersebut.

“Newport sangat menyesalkan bahwa situasi tersebut tidak ditangani sebagaimana mestinya pada saat kejadian. Kami menyesal adanya kelemahan dalam pengaawasan terhadap pengunjung yang bisa mengambil alih mic dari MC di lapangan sehingga tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, keyakinan, budaya serta adat istiadat yang dijunjung oleh masyarakat dapat terjadi.

“Kami menghormati nilai-nilai agama serta sensitivitas yang hidup di tengah masyarakat Indonesia. Penghormatan terhadap nilai-nilai tersebut menjadi hal yang penting di setiap kegiatan dan interaksi Newport dengan masyarakat,” tulisnya selanjutnya.

Melakukan evaluasi secara menyeluruh 

Kemudian, Newport juga berjanji akan menindaktegas serta melakukan evaluasi secara menyeluruh agar insiden tersebut tidak terulang kembali. Pihaknya, seperti dilansir Beritasatu.com, juga akan memperkuat aturan kepada seluruh tim dan mitra yang terlibat dalam kegiatan di lapangan.

“Kejadian ini merupakan peringatan keras sekaligus bahan evaluasi serta refleksi mendalam bagi kami untuk segera merumuskan standar operasional secara lebih ketat, dengan menempatkan aspek kehormatan terhadap nilai religi, adat istiadat, serta etika kemasyarakatan sebagai landasan,” tulisnya, dikutip media.

“Manajemen Newport berkomitmen penuh untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak akan pernah terulang kembali di masa mendatang. Sekali lagi kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya dengan penuh kerendahan hati,” tulis Handoko Sasongko. (P-*/se)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan