Pasca-ekshumasi jenazah Sutrimo, kepolisian menghormati proses ilmiah yang sedang berjalan

Herling Tumbel
Rabu, 12 Agustus 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 12/8/26 (Banyumas, Jateng): Proses ekshumasi serta autopsi terhadap jenazah Sutrimo sudah rampung. Pembongkaran makam dan pemeriksaan jenazah dilakukan tim dokter forensik dari Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bantaragung, Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (12/8/26).


Ketua Tim Dokter Forensik Prof. Dr. dr. H. Ahmad Yudianto menyampaikan bahwa pemeriksaan visual luar dan dalam pada jenazah laki-laki berusia sekitar 40 tahun tersebut tidak menunjukkan adanya tanda kekerasan benda tumpul dan tajam.

Meskipun demikian, penentuan penyebab pasti kematian mantan kepala rumah tangga di rumah tersangka kasus korupsi eks Jampidsus Febrie Adriansyah itu, masih menunggu hasil analisis laboratorium terhadap sampel organ dan jaringan yang telah diambil.

“Proses finalisasi masih berlangsung. Kami menunggu hasil pemeriksaan laboratorium berupa histopatologi, toksikologi, dan DNA untuk menentukan penyebab kematian secara lebih lengkap,” tutur Ahmad Yudianto di Banyumas usai proses ekshumasi.


Sementara itu, Perhimpunan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI) menurunkan tim gabungan lintas disiplin ilmu dalam melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jenazah almarhum S alias Sutrimo yang diekshumasi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu.

Ketua PDFMI Brigjen Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti menegaskan keterlibatan berbagai ahli medis dan laboratorium itu bertujuan agar seluruh proses ekshumasi memiliki dasar ilmiah yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

“Selain dokter spesialis forensik dan medikolegal, kami melibatkan ahli laboratorium forensik, toksikologi, DNA, serta histopatologi anatomi. Kami bekerja secara menyeluruh dan komprehensif berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan laboratorium,” kata Hastry dalam keterangannya, Rabu.

Menghormati proses ilmiah

Pasca-ekshumasi jenazah Sutrimo, Polda Metro Jaya menegaskan bahwa proses penyidikan terkait meninggalnya almarhum dilakukan secara profesional, transparan, dan berpatokan pada pembuktian ilmiah (scientific crime investigation).

​Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan, kepolisian menghormati proses ilmiah yang sedang berjalan dan tidak akan mendahului kesimpulan dari tim dokter forensik.

​”Seluruh hasil pemeriksaan akan dianalisis secara menyeluruh untuk membantu penyidik membuat terang perkara ini,” kata Budi dalam keterangannya, Rabu.

​Budi menegaskan, Ditreskrimum Polda Metro Jaya berkomitmen menjalankan penyidikan berdasarkan fakta dan bukti medis yang sah. Kepolisian juga memahami harapan pihak keluarga almarhum untuk mendapatkan kepastian hukum dan kejelasan penyebab kematian.

​”Setiap perkembangan yang telah terverifikasi akan disampaikan secara proporsional dengan tetap menghormati proses penyidikan,” ujarnya.

Disebutkan, hasil pemeriksaan laboratorium yang meliputi uji histopatologi, toksikologi, dan DNA nantinya akan menjadi bagian integral dari alat bukti penyidikan. (P-Ant/ht)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan