
Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants, Rika Gresia Wahyudi (kedua dari kanan), dalam media visit Production Unit Jakarta, Rabu (12/8/26). (Courtesy: Antara)PRIORITAS, 12/8/26 (Jakarta): Pelumas buatan dalam negeri produksi Pertamina Lubricants, telah menembus pasar ekspor 16 negara di Asia, Afrika, dan Australia sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan pasar global.

Hal itu diungkapkan Corporate Secretary PT Pertamina Lubricants, Rika Gresia Wahyudi, dalam media visit Production Unit Jakarta, Rabu (12/8/26).
Rika menjelaskan, Pertamina Lubricants mengoperasikan Production Unit Jakarta sebagai salah satu fasilitas produksi pelumas yang dikelola perusahaan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional.
Lebih lanjut ia mengatakan, bisnis Pertamina tidak hanya bergerak di sektor bahan bakar minyak (BBM) dan LPG, tetapi juga mengembangkan bisnis pelumas untuk kendaraan serta berbagai kebutuhan industri.

Disebutkan, di industri pelumas, Pertamina Lubricants bersaing dengan ratusan merek yang beredar di Indonesia. Persaingan tersebut dinilai sangat kompetitif dengan lebih dari 200 merek yang telah terdaftar di pasar nasional.
“Untuk mempertahankan daya saing, Pertamina Lubricants mengandalkan produksi dari fasilitas yang dimiliki sendiri sehingga kualitas produk dapat dikendalikan secara langsung sejak proses manufaktur,” ujar Rika.
Ia juga menerangkan, secara nasional, perusahaan memiliki tiga pabrik pelumas yang berlokasi di Jakarta, Gresik, dan Cilacap sebagai pusat produksi untuk memenuhi permintaan pasar.
Production Unit Jakarta menjadi fasilitas produksi terbesar milik Pertamina Lubricants dengan kapasitas mencapai 270.000 kiloliter pelumas per tahun. Sementara dari ketiga pabrik total produksi mencapai 470.000 kiloliter per tahun.
Dijelaskan, perusahaan juga menerapkan sistem produksi yang didominasi proses otomatis dengan dukungan teknologi modern untuk meningkatkan efisiensi, menjaga konsistensi kualitas, serta mendukung kapasitas produksi yang besar.

Rangkaian proses produksi pelumas produksi Pertamina Lubricants di Uni Produksi Jakarta. (Courtesy: Antara)
Dalam kesematan yang sama, Manager Production Pertamina Lubricants Unit Jakarta, Dody Arief Aditya, menambahkan volume ekspor pelumas perusahaan mencapai sekitar 11.000 kiloliter per tahun atau berkontribusi sekitar 3 persen terhadap total penjualan.
“Sekitar 11.000 KL untuk ekspor per tahunnya,” ujarnya.
Dody menambahkan, penggunaan teknologi modern di fasilitas produksi menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung ekspansi pasar global. Proses produksi, mulai dari pencampuran bahan hingga pengisian kemasan, telah menggunakan sistem otomatisasi.
“Teknologi yang modern ini yang pertama akan menjamin kualitas produk yang kita produksi. Dengan teknologi yang serba otomatis itu, tingkat akurasi proses produksi kita, kontaminasi produk, itu bisa kita cegah,” katanya.
Lanjut Dody, otomatisasi juga membuat kapasitas produksi menjadi lebih besar dibandingkan metode konvensional. Saat ini, sambungnya, kapasitas produksi pelumas mencapai 270 juta liter, sedangkan produk grease mencapai 8.000 metrik ton.
“Harapan kami produk-produk yang kita produksi itu secara kualitas dijamin stabil dan kita menerapkan berbagai standar testing dan metode uji kualitas skala internasional di Production Unit Jakarta,” ujarnya.
Lebih lanjut Dody mengatakan, meski mengadopsi teknologi modern, proses produksi di PUJ belum sepenuhnya menggunakan kecerdasan buatan (AI). Sistem yang digunakan saat ini masih berbasis otomatisasi dengan formula produksi yang telah terintegrasi.
“Prosesnya masih semi konvensional. Jadi katakanlah misalkan proses blending, saat ini kita tinggal panggil saja formulanya, kemudian tentukan mau di-blending di mana, jumlahnya berapa, maka semuanya sudah dilakukan secara otomatis,” beber Dody.
Dikatakan, perusahaan mencatat produk yang diekspor mencakup segmen otomotif melalui merek Fastron dan Enduro, serta pelumas untuk kebutuhan industri seperti hidrolik, transmisi, perkapalan, dan berbagai aplikasi lainnya.
Dipaparkannya, jaringan ekspor tersebut terus berkembang sejak 2007 dengan Korea sebagai pasar pertama, kemudian diperluas ke Bangladesh, Afrika Selatan, China, Myanmar.
Pasar lainnya adalah Vietnam, Thailand, Nigeria, Yaman, Timor Leste, Malaysia, Singapura, Australia, Jepang, Filipina, hingga Tanzania yang menjadi negara tujuan ekspor terbaru sejak 2024.
Selain memperluas pasar ekspor, Pertamina Lubricants juga memperkuat keberadaan internasional melalui satu fasilitas produksi, satu kantor cabang, kantor perwakilan di Sydney, Australia, serta pusat distribusi di Thailand yang melayani kawasan Indocina.
Dijelaskan, langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya saing produk pelumas nasional sekaligus memperluas jangkauan pasar global. (P-Ant/ht)

