Kemarau ekstrem 2026 petani padi harus siap siap beralih ke jagung

Giovanni Riung
Rabu, 12 Agustus 2026
EKBIS 0 227
1 menit membaca

​PRIORITAS, 12/8/26 (Pangkalpinang): BMKG Kepulauan Bangka Belitung mengimbau para petani untuk menghentikan sementara penanaman padi. Langkah ini penting untuk mencegah risiko gagal panen total (puso). Kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih kering dan panjang akibat fenomena El Nino.


Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Babel, Slamet Supriyadi, menyampaikan imbauan tersebut di Pangkalpinang, Selasa. Menurutnya, pemaksaan penanaman padi di tanah kering berpotensi memicu kerugian finansial yang besar. BMKG menyarankan petani mengalihkan lahan ke tanaman tahan kering seperti jagung dan kacang-kacangan.

Pihak BMKG telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian setempat untuk menyebarkan informasi ini. Puncak musim kemarau memicu ancaman serius pada sektor pertanian. BMKG memprediksi puncak kemarau terjadi pada September 2026 dan baru berakhir pada awal 2027.

Dampak kekeringan kini mulai meluas ke wilayah pemukiman warga. Pasokan air bersih di beberapa daerah sudah menyusut tajam. Tanggap terhadap situasi ini, BPBD Kota Pangkalpinang langsung menyalurkan bantuan air bersih darurat kepada masyarakat. (P-Gio R)


Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan