Tragedi terus bertambah, Paus Leo kembali serukan Rusia dan Ukraina hentikan perang

Selvijn MJR
Senin, 10 Agustus 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 10/8/26 (Vatikan): Hari Minggu (9/8/26) waktu setempat, Paus Leo kembali menyerukan Rusia dan Ukraina menghentikan konflik serta menghormati hukum humaniter internasional setelah jumlah korban sipil akibat perang terus bertambah di kedua belah pihak.


Pemimpin Katolik Sedunia menyampaikan seruan tersebut sebelum memimpin doa Angelus di Vatikan. Ia mengatakan, semakin banyak warga sipil, termasuk anak-anak, yang menjadi korban dalam konflik Rusia-Ukraina.

“Tragedi terus bertambah, menyebabkan semakin banyak korban sipil, termasuk anak-anak,” kata Paus Leo dilansir dari Reuters, Senin (10/8/26).

Hormati hukum humaniter internasional dan menghentikan serangan


Paus Leo kembali meminta kedua pihak menghormati hukum humaniter internasional dan menghentikan serangan yang menyasar objek sipil.

“Saya kembali menyerukan dengan sepenuh hati agar hukum humaniter internasional dihormati dan serangan terhadap sasaran sipil dihentikan di kedua pihak,” ujar Paus Leo.

Lebih 16.000 warga sipil telah tewas

Sementara itu, data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut, lebih dari 16.000 warga sipil telah tewas dalam hampir empat setengah tahun perang Rusia-Ukraina. Sebagian besar korban merupakan warga Ukraina.

Kemudian, Kantor Hak Asasi Manusia PBB pada Juli 2026 menyatakan jumlah korban tewas dan terluka dari kalangan sipil di Ukraina meningkat lebih dari sepertiga pada paruh pertama 2026. Peningkatan tersebut antara lain dipicu oleh bertambahnya serangan pesawat nirawak.

Lalu di sisi lain, Ukraina juga melancarkan serangkaian serangan pesawat nirawak ke wilayah Rusia. Seorang pejabat PBB pada bulan lalu mengatakan warga sipil di wilayah Ukraina yang diduduki Rusia serta di dalam wilayah Rusia juga menjadi korban tewas akibat serangan.

Baku tuduh Serangan

Dalam pada itu, Rusia dan Ukraina pada Minggu (9/8/26) kembali saling menuduh melakukan serangan mematikan.

Adapun Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan, Rusia menyerang pelabuhan Odesa dan mengancam ketahanan pangan global. Disebut Zelenskyy, pelabuhan Odesa merupakan jalur penting bagi ekspor produk pertanian Ukraina.

Ia mengatakan serangan tersebut merusak pelabuhan Odesa. Pemerintah daerah menyebut puluhan pesawat nirawak dan Rudal menghantam kota pesisir di bagian selatan Ukraina tersebut dan menyebabkan sekitar 12 orang terluka.

“Dengan cara ini, Rusia berperang melawan ketahanan pangan dunia,” kata Zelenskyy.p, dikutip media.

Juga Zelenskyy mengatakan, Rusia juga menyerang sembilan wilayah lain di Ukraina. Rusia diketahui telah berulang kali menyerang Odesa dalam upaya memutus akses Ukraina ke Laut Hitam.

“Semua orang yang tinggal di Odesa tahu bahwa sasaran yang paling sering diserang berada di sekitar kawasan pelabuhan,” kata Ihor, 67 tahun, warga setempat yang apartemennya nyaris hancur akibat serangan.

Ukraina juga meningkatkan serangan terhadap infrastruktur logistik Rusia untuk mengganggu sumber pendapatan yang digunakan Moskow dalam perang. Ukraina mengklaim kembali melakukan tiga serangan terhadap kapal tanker minyak dan kapal kargo Rusia di Laut Hitam.

Lalu serangan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah lain. Di Kharkiv, Ukraina timur, sebuah gedung apartemen bertingkat terkena serangan dan menyebabkan tiga orang tewas serta 37 lainnya terluka.

Kemudian di wilayah Belgorod, Rusia, otoritas setempat melaporkan lima orang tewas dan 25 lainnya terluka akibat serangan pesawat nirawak Ukraina.

Kampanye lebih luas terhadap logistik lawan.

Dilaporkan pula, kedua pihak juga melancarkan kampanye yang lebih luas terhadap logistik lawan. Sejumlah gudang perdagangan elektronik di kedua negara serta stasiun pengisian bahan bakar Ukraina turut menjadi sasaran serangan selama musim panas.

Sementara itu,,perusahaan minyak dan gas milik negara Ukraina, Naftogaz, mengatakan serangan terhadap fasilitasnya meningkat signifikan dalam tiga hari terakhir, termasuk serangan terhadap fasilitas produksi minyak pada Minggu (9/8/26) malam.

Juga, Kementerian Energi Ukraina melaporkan, demikian Beritasatu.com, Rusia menyerang fasilitas listrik di wilayah Odesa. Serangan tersebut menyebabkan sejumlah besar penduduk kota pelabuhan itu kehilangan aliran listrik pada malam hari. (P-*/se)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan