Kondisi pemimpin Iran Mojtaba Khamenei ternyata masih kritis

Jeffry Wuisan
Sabtu, 8 Agustus 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 8/8/26 (London): Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, ternyata masih dalam kondisi sangat kritis dan bisa meninggal kapan saja akibat luka parah yang diderita, lapor Iran Wire hari Jumat.


Media yang dimotori jurnalis asal Iran itu mengungkapkan
Mojtaba Khamenei kemungkinan mendekati kematian.

Meski begitu, rezim Iran yang tertutup sengaja menyembunyikan kendisinya, untuk menghadapi guncangan di puncak kekuasaannya.

Laporan tersebut, mengutip dua sumber yang dekat dengan pemerintahan Presiden Masoud Pezeshkian, mengatakan rumor tentang kemungkinan kematian Khamenei yang akan segera terjadi kini beredar di tingkat tertinggi rezim.


“Kami tidak akan terkejut jika kami segera mendengar berita tentang kemartirannya”, kata salah satu sumber yang dekat dengan kabinet merujuk pada kematiannya.

Menurut laporan tersebut, Khamenei belum bertemu secara langsung dengan anggota kabinetnya, sejak serangan AS-Israel terhadap kompleks Pemimpin Tertinggi yang menewaskan ayahnya, ayatollah Ali Khamenei dan anggota keluarga lainnya.

Hanya pernyataan tertulis

Sejak berkuasa, Mojtaba tidak pernah tampil di depan umum, tidak menyampaikan pidato publik, dan hanya mengeluarkan pernyataan tertulis yang dirilis media resmi Iran.

Misteri seputar dirinya telah berkembang selama berbulan-bulan.

Reuters sebelumnya melaporkan Mojtaba Khamenei menderita luka parah di wajah dan kaki dalam serangan di Teheran yang menewaskan ayahnya.

Kondisi dan kemampuannya untuk memerintah sebagian besar tetap tersembunyi dari publik.

Misi Iran di PBB tidak menanggapi pertanyaan media tentang tingkat keparahan lukanya.

Bahkan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian kini secara terbuka mengakui ‘tembok’ yang mengelilingi pemimpin Iran itu.

Dalam sebuah wawancara televisi Pezeshkian mengatakan, untuk menghubungi Mojtaba Khamenei “sangat sulit.”

Pengakuan itu, dikombinasikan dengan tidak adanya bukti publik tentang keberadaannya.

Hal itu memicu pertanyaan berbahaya di dalam Teheran siapa sebenarnya yang menjalankan Republik Islam Iran, jika Pemimpin Tertingginya terlalu lemah untuk muncul, berbicara, atau bertemu dengan pemerintahnya sendiri.

Menurut media Jewish Breaking News, bagi Israel dan Barat, signifikansinya jelas. Rezim Iran yang mendanai teroris Hamas, Hizbullah, PIJ, Houthi dan kelompok teroris proksi lainnya, mungkin menghadapi krisis kepemimpinan paling buruk.

Kepemimpinan Iran kini semakin bergantung pada Islamic Revolution Guard Corps  (IRGC) atau Korps Garda Revolusi Islam untuk menjaga sistem tetap utuh. (P-*/jw)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan