DPRD Barsel dan PLN sepakati pemadaman listrik berakhir 5 Agustus

Herling Tumbel
Senin, 3 Agustus 2026
4 menit membaca

​PRIORITAS, 3/8/26 (Buntok, Kalteng): Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah, memfasilitasi Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Aliansi Masyarakat Peduli Lampu Padam dan jajaran manajemen PLN ULP Buntok di Gedung DPRD Barsel, Buntok, Senin (3/8/26).


RDP ini digelar usai menerima aksi unjuk rasa perwakilan warga guna menagih kepastian dan komitmen tegas PLN terkait pemulihan krisis listrik di wilayah setempat.

​Wakil Ketua DPRD Barito Selatan, Ideham, menyatakan apresiasinya atas RDP yang membuahkan titik terang bagi sekitar 33.921 pelanggan terdampak berdasarkan data BPS tahun 2023.

Pemadaman bergilir berkisar dua hingga empat jam dengan tingkat pemadaman mencapai 70–75 persen tersebut dinilai telah memukul sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta mengganggu pertumbuhan ekonomi daerah.


​”Kami bersyukur pertemuan ini menghasilkan kesepahaman untuk mencari solusi kelistrikan. Selain pemadaman, kami juga memperjuangkan 14 desa di Barito Selatan yang hingga kini belum menikmati jaringan listrik PLN agar dapat segera tersambung secara merata,” ujar Ideham.

Empat tuntutan

Dalam forum RDP, DPRD bersama aliansi merumuskan empat tuntutan utama kepada PLN, yakni kepastian jadwal penormalan 100 persen, jaminan keandalan sistem, bentuk pertanggungjawaban konkret, dan solusi jangka panjang kelistrikan desa.

​Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Lampu Padam, Jailani Kadir, bersama perwakilan aliansi Karnadi Sastra, menyambut baik komitmen dari PLN namun menegaskan akan terus mengawal janji tersebut di lapangan.

​”Kami mengapresiasi komitmen PLN untuk menghentikan pemadaman bergilir mulai 5 Agustus mendatang. Namun jika janji tersebut tidak direalisasikan, kami siap kembali menggelar aksi unjuk rasa dengan massa yang lebih besar,” tegas Karnadi.

​Usai RDP, Manager PLN ULP Buntok, Vivin Aprianor, bersama Manager Transaksi Energi Pelayanan Pelanggan PLN UP3 Kuala Kapuas, Rusda Basofi, memberikan keterangan teknis di luar gedung dewan terkait penanganan krisis sistem kelistrikan di Barito Selatan.

​Pihak manajemen PLN menjelaskan bahwa pemadaman terpaksa dilakukan akibat gangguan mendadak pada tiga pembangkit besar di sistem interkoneksi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng).

Langkah manajemen beban dilakukan untuk meminimalisir dampak serta menghindari kerusakan yang lebih fatal seperti total blackout yang dapat memakan waktu pemulihan jauh lebih lama.

Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Barito Selatan bersama Aliansi Masyarakat Peduli Lampu Padam dan jajaran manajemen PLN ULP Buntok di Gedung DPRD Barsel, Buntok, Senin (3/8/26). (Beritaprioritas.com/Ahmad Arbani)

Gunakan genset mandiri

Dalam proses pemulihan (recovery), PLN menerapkan strategi pengurangan beban (genset switching) dengan meminta pelanggan industri dan daya besar (seperti PT Mutu dan PT BAP) beralih menggunakan genset mandiri pada jam-jam puncak.

Sebelumnya, beroperasinya kembali sistem PT Tanjung Power Indonesia (TPI) Tabalong pada 28 Juni lalu telah berhasil memangkas durasi pemadaman dari 6 jam menjadi 3 jam.

​PLN memaparkan dua tahapan utama penormalan sistem kelistrikan.

​Tahap I (5 Agustus 2026 / Status Siaga): Pembangkit Listrik PT SLK di Gunung Mas Unit 1 berkapasitas 100 MW dijadwalkan masuk ke sistem.

Masuknya daya ini secara kalkulasi mampu menghentikan pemadaman akibat manajemen beban. Meski demikian, status kelistrikan masih berada dalam posisi Siaga karena belum memiliki cadangan daya (N+1).

​Tahap II (25 Agustus 2026 / Status Normal): PLTU Asam-asam Unit 3 berkapasitas 54 MW diperkirakan selesai menjalani perbaikan teknis mendesak dan kembali memperkuat sistem.

Masuknya PLTU Asam-asam akan mengembalikan cadangan daya (N+1) secara utuh sehingga status kelistrikan resmi beralih dari Siaga menjadi Normal/Surplus.

Mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Bangkanai, pihak PLN meluruskan bahwa pembangkit tersebut merupakan bagian dari sistem terinterkoneksi Kalselteng. Daya yang dihasilkan didistribusikan untuk seluruh pelanggan di jaringan sistem regional, bukan khusus untuk wilayah Barito saja.

​Kompensasi buat pelanggan

​Terkait desakan kompensasi kerugian masyarakat dan pelaku UMKM akibat pemadaman berkepanjangan serta risiko kerusakan alat elektronik, Manager Transaksi Energi Pelayanan Pelanggan PLN UP3 Kuala Kapuas, Rusda Basofi, menjelaskan bahwa mekanisme kompensasi sesuai Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) telah diatur antara PLN Pusat dan kementerian terkait.

​”Seluruh data pelanggan telah terdata dan terdigitalisasi dengan baik. Kami tinggal menunggu arahan dan keputusan resmi dari Unit Induk serta PLN Pusat terkait perhitungan kompensasi tersebut,” jelas Basofi.

​Sementara itu, menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait keselamatan fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jaraga Sasameh Buntok, Ungkap Manager PLN ULP Buntok, Vivin Aprianor, PLN memastikan adanya skema penanganan khusus.

​”PLN telah melakukan konfigurasi jaringan serta koordinasi intensif dengan operator teknis rumah sakit. Pemindahan alur daya (switching) dilakukan secara komunikasi manual terlebih dahulu dengan operator internal rumah sakit agar genset mandiri dioperasikan sebelum pemutusan jaringan dilakukan, sehingga pelayanan medis darurat tetap aman dan berlanjut tanpa hambatan” tukas Vivin.

​Pengamanan ketat kepolisian

​Seluruh rangkaian penyampaian aspirasi hingga RDP yang berlangsung di ruang rapat gabungan komisi DPRD Barsel berjalan dengan aman dan kondusif.

​Kapolres Barito Selatan, AKBP Jecson R Hutapea, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian menerjunkan ratusan personel untuk mengawal jalannya aksi dan RDP.

​”Penyampaian aspirasi masyarakat yang berlangsung di ruang rapat gabungan komisi DPRD tersebut berlangsung dengan aman dan lancar. Kami menerjunkan sebanyak 200 personel untuk memastikan seluruh kegiatan berjalan tertib,” kata AKBP Jecson R Hutapea. (P-Ahmad Arbani)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan