Jakarta peringkat Ke-4 udara terburuk dunia, Pemprov siapkan strategi

Giovanni Riung
Jumat, 31 Juli 2026
1 menit membaca

PRIORITAS, 31/7/26 (Jakarta): Kondisi udara di Jakarta kembali memburuk pada Jumat pagi. Berdasarkan pemantauan situs IQAir pukul 06.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Ibu Kota menyentuh angka 147 dan berada di peringkat keempat terburuk di dunia.


Kategori udara Jakarta masuk dalam rentang tidak sehat bagi kelompok sensitif. Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan untuk mengenakan masker. Di tingkat global, posisi kualitas udara terburuk ditempati oleh Kinshasa (Kongo), disusul Kampala (Uganda) dan Lahore (Pakistan).

Menanggapi persoalan ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjalankan tiga strategi utama. Langkah pertama fokus pada perluasan rute bus Transjabodetabek, seperti jalur Blok M menuju Alam Sutera, PIK 2, hingga rencana ke Bandara Soekarno-Hatta guna menekan penggunaan kendaraan pribadi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau warga beralih ke angkutan umum. Apalagi, Pemprov DKI telah menggratiskan layanan transportasi publik bagi 15 golongan masyarakat. Saat ini konektivitas angkutan umum di Jakarta sudah mencapai 92 persen.


Sektor transportasi diketahui menyumbang hingga 50 persen emisi gas buang di Jakarta. Sebagai solusinya, Pemprov DKI menargetkan penggunaan 10.000 bus listrik Transjakarta pada tahun 2030 untuk memangkas polusi udara secara signifikan.

Selain transportasi, Pemprov DKI memfokuskan pembenahan pada sektor sampah. Pembangunan fasilitas pengolahan sampah (ITF) di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat terus dipercepat dan ditargetkan mulai beroperasi pertengahan tahun ini. (P-Gio R)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan