
Pemain termuda Meskiko, Gilberto Mora (17 tahun), diturunkan dalam laga 32 Besar Meksiko vs Ekuador, Rabu (1/7/26) pagi WIB. (Courtesy: FIFA)PRIORITAS, 26/6/26 (New Jersey, AS): Karena cuaca buruk, bentrok Meksiko vs Ekuador di Babak 32 Besar Piala Dunia FIFA 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Selasa (30/6/26) malam waktu setempat atau Rabu (1/7/26) pagi WIB ditunda. Semula kick off dijadwalkan berlangsung pukul 19.00 waktu setempat atau 08.00 WIB.

Laga akhirnya digelar satu jam kemudian. Tuan rumah memulai laga dengan cepat dan tak mampu dibendung Ekuador. Gol Julian Quinones (menit ke-220 dan Raul Jimenez (31) mengantarkan skuad asuhan Javier Aguirre ke Babak 16 Besar.
Dilansir dari laman resmi FIFA, fifa.com, laju impresif Meksiko di Piala Dunia FIFA 2026 terus berlanjut. Skuad asuhan Javier Aguirre melenggang mulus ke babak 16 besar setelah menang telak 2-0 atas Ekuador, yang juga harus kehilangan Piero Hincapie akibat kartu merah di menit-menit akhir pertandingan.
Gilberto Mora, Luis Romo dan Raul Jimenez nyaris memecah kebuntuan dalam 15 menit pertama. Ekuador sempat mengancam melalui sepakan John Yeboah pada menit ke-18 yang membentur tiang gawang luar. Kendati demikian, Julian Quinones yang akhirnya membuka keunggulan melalui tendangan keras empat menit berselang.

Roberto Alvarado melepaskan umpan lambung akurat ke lini belakang Ekuador. Quinones yang lolos dari jebakan offside karena posisi awalnya berada di area sendiri saat umpan dilepaskan, berlari kencang menuju gawang dan melepaskan tembakan keras dari dalam kotak penalti yang gagal dihalau oleh Hernan Galindez.
Gol tersebut membakar atmosfer stadion. Quinones kembali membuat seisi tribun bergemuruh setelah melewati setengah jam laga berjalan dengan memberikan umpan matang kepada Jimenez untuk menggandakan keunggulan El Tri – julukan tim Meksiko. Meksiko 2, Ekusador 0.
Sebelum laga ini, satu-satunya kemenangan Meksiko dalam 14 pertemuan melawan tim asal Amerika Selatan di Piala Dunia terjadi saat menghadapi lawan yang sama pada tahun 2002.
Uniknya, saat itu Aguirre juga bertindak sebagai pelatih. Meksiko pun berhasil mengulangi memori manis tersebut dengan performa babak kedua yang sangat solid dan meyakinkan.
Lini pertahanan Meksiko digalang dengan sangat apik oleh Cesar Montes dan Johan Vasquez. Keduanya juga sempat mengancam gawang lawan lewat sundulan dari situasi sepak pojok. Sementara itu, penjaga gawang Raul Rangel tampil kokoh dan kini telah mencatatkan empat kali berturut-turut tanpa kebobolan.
Malam yang buruk bagi Ekuador kian lengkap di masa tambahan waktu. Hincapie diganjar kartu merah langsung setelah terlibat adu mulut sambil menutup mulutnya dengan penyerang Meksiko, Santiago Gimenez.
Meksiko dan para pendukung fanatiknya akan kembali memadati Azteca, stadion ikonik di Mexico City, pada 5 Juli mendatang untuk menantang pemenang laga babak 32 besar antara Inggris dan Republik Demokratik Kongo.
Satu catatan menarik di tim Meksiko. Gilberto Mora yang hari ini berusia 17 tahun 259 hari, menjadi pemain berusia 17 tahun kedua sekaligus pemain termuda kedua yang tampil sebagai starter dalam pertandingan fase gugur Piala Dunia setelah Pele. Legenda Brasil tersebut berusia 17 tahun 239 hari saat menghadapi Wales pada tahun 1958.
Sebelumnya, Gilberto Mora resmi debut untuk timnas senior Meksiko di usia 16 tahun, menjadikannya pemain termuda sepanjang sejarah yang pernah memperkuat El Tri.
Demikian rangkuman laporan jurnalis Beritaprioritas.com, Jeffrey Rawis, dari Grove Port, Colombus, Ohio, Amerika Serikat (AS), dikompilasi dengan berbagai sumber sahih. (P-*/ht/jr)

