DPR murka usai 5 peserta tewas di latsarmil Kopdes Merah Putih

Khalied Malvino
Senin, 29 Juni 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 29/6/26 (Jakarta): Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Ida Nurlaela Wiradinata menyampaikan duka atas kematian lima peserta pelatihan Latsarmil Koperasi Desa Merah Putih.


“Kami minta Pemerintah investigasi independen dan terbuka terhadap meninggalnya peserta pelatihan untuk memastikan penyebab kejadian secara objektif dan akuntabel,” ujar Ida kepada wartawan, Senin (29/6/26).

Ia mendesak pemerintah bergerak cepat. Ia menuntut proses terbuka. Ia meminta hasil investigasi dapat dipertanggungjawabkan ke publik.

Peristiwa tersebut dinilai serius. Keselamatan peserta menjadi sorotan utama. Program pelatihan menyasar masyarakat sipil.


Ida menilai kebijakan publik harus berbasis kebutuhan nyata. Pendekatan simbolik dinilai tidak tepat. Risiko keselamatan tidak boleh diabaikan.

“Koperasi dibangun untuk menggerakkan ekonomi rakyat, bukan untuk mempertaruhkan keselamatan rakyat. Ketika ada korban jiwa dalam program negara, yang dibutuhkan bukan pembenaran, melainkan evaluasi menyeluruh dan pertanggungjawaban yang transparan kepada publik,” tegasnya.

Ia mempertanyakan relevansi pelatihan dasar kemiliteran bagi calon pengelola koperasi. Tugas utama pengelola berkaitan dengan manajemen usaha. Fokus utama pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ida menegaskan keberhasilan koperasi bergantung pada kualitas pengelolaan. Tata kelola menjadi faktor kunci. Kepercayaan publik memegang peran utama.

Sorotan publik terhadap program Latsarmil menguat. Kekhawatiran muncul terkait aspek keselamatan peserta. Desakan evaluasi menyeluruh terus berkembang.

Evaluasi dinilai penting. Tujuan program perlu ditinjau ulang. Keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama. (P-Khalied M)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan