Kesehatan lansia di Indonesia masih hadapi tantangan, Kemenkes paparkan tiga faktor utamanya

Zamir Ambia
Sabtu, 13 Juni 2026
Kesehatan NEWS 0 187
2 menit membaca

PRIORITAS, 13/6/26 (Jakarta): Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 melalui kegiatan puncak yang disinergikan dengan Indonesia Active Ageing Summit 2026 di RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono, Jakarta Timur, Sabtu (13/6/26). Kegiatan mengusung subtema Lansia Sehat dan Mandiri untuk Indonesia Berdaya.


Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes RI, dr. Imran Pambudi, mengungkapkan masih terdapat sejumlah tantangan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan lansia di Indonesia. Menurutnya, tantangan pertama berkaitan dengan rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan sejak usia produktif.

“Jadi tantangan utamanya, mungkin masih banyak yang merasa harus memulai menjaga kesehatan umur 60. Padahal harus menjaga kesehatan dari umur 45, menjaga pola makan, pola tidur, gaya hidup, dan aktivitas fisik,” ujar Imran kepada wartawan Beritaprioritas pada Sabtu (13/6/26).

Ia menilai edukasi mengenai pola hidup sehat perlu terus diperluas agar masyarakat memahami pentingnya pencegahan penyakit sejak dini. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung terwujudnya lansia sehat, aktif, dan mandiri.


Tantangan kedua, lanjut Imran, berkaitan dengan pemerataan akses layanan kesehatan bagi lansia. Meski sekitar 80 persen puskesmas telah mampu memberikan pelayanan kesehatan lansia, masih terdapat kendala di sejumlah wilayah terpencil dan terluar.

“Saat ini sekitar 80 persen puskesmas sudah mampu memberikan pelayanan kesehatan bagi lansia. Namun, di beberapa daerah terluar kami masih menghadapi keterbatasan sumber daya, sehingga layanan kesehatan lansia belum dapat diberikan secara optimal,” ujar Imran.

Rendahnya CKG pada lansia

Selain akses layanan, Kemenkes juga menyoroti rendahnya partisipasi lansia dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Data tahun lalu menunjukkan hanya sekitar tujuh juta lansia dari total 34 juta populasi lansia yang telah mengikuti pemeriksaan tersebut.

Menurut Imran, rendahnya cakupan CKG membuat banyak lansia belum terpantau kondisi kesehatannya secara rutin. Padahal, pemeriksaan berkala berperan penting dalam mendeteksi faktor risiko dan mencegah penyakit sejak tahap awal.

“Kita mengajak mereka untuk melakukan CKG, sehingga bisa membantu mencegah penyakit dan memantau kesehatan secara rutin,” kata Imran. Ia berharap edukasi, perluasan layanan kesehatan, serta peningkatan partisipasi CKG dapat menjadi kunci dalam mewujudkan lansia sehat dan mandiri untuk Indonesia berdaya. (P-*r/Zamir Ambia)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan