Pengurus ‘Cita Waya Esa’ Jakarta dikukuhkan di bawah pimpinan pengacara Brurtje Maramis

Harley DT
Minggu, 17 Mei 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 17/5/26 (Jakarta): Pengurus perkumpulan komunitas dua kecamatan, Tompaso Baru dan Maesaan, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara (Sulut) di Jakarta dan sekitarnya, resmi dilantik dan dikukuhkan.

Pengurus “Cita Waya Esa” – nama perkumpulan tersebut – dilantik dan dikukuhkan Ketua Umum DPP Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK), Angelica Tengker, pada Sabtu (16/5/26) di Anjungan Sulut, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.

“Cita Waya Esa” – disingkat CWE – dipimpin Ketua Umum Brurtje Maramis, SH, MH, Ketua Harian Hendry M. Kewas, Sekretaris Umum Pdt. Benyamin Emor, S.Th., dan Bendahara Umum Vega S. Kumarurung. Kepengurusan dilengkapi Bidang-bidang.

Pengurus CWE periode 2026-2029 yang dilantik berjumlah lebih dari 30 orang. Mereka diambil sumpah sebagai tanda kesiapan bekerja dan bertanggungjawab terhadap kelangsungan organisasi.

Khusus kepada Ketua Umum, pengukuhan dilakukan dalam upacara adat Minahasa. Dimulai dari “Tawa’ang” yaitu penyerahan daun tawa’ang yang melambangkan penghormatan, permohonan restu, serta simbol pembersihan diri. Terakhir, upacara “Suma Santi” berupa doa pemberkatan dan pengutusan bagi pengurus organisasi agar dapat memimpin dan mengemban tugas dengan penuh rasa tanggungjawab.

Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus CWE dimeriahkan oleh tari kabasaran, musik bambu, dan penampilan penyanyi Kawanua, Dewi Kokomore.

Makan bersama ala Minahasa, makanan disajikan dan disantap di atas daun pisang. (Beritaprioritas/ht)

Dalam acara tersebut, makan siang dilakukan layaknya dalam sebuah momentum khusus di kampung halaman di Minahasa, yaitu makan bersama di atas gelaran daun pisang dengan sajian makanan khas daerah.

Sebelumnya, acara diisi dengan ibadah yang dikaitkan dengan perayaan Paskah 2026, dipimpin Ps. Steven Lalu, Pr., dengan tema “Kebangkitan Kristus Memulihkan Kasih Persaudaraan dalam Semangat Cita Waya Esa”.

Aktif di KKK

Dalam sambutan seusai pelantikan dan pengukuhan, Ketum DPP KKK, Angelica Tengker, menyampaikan harapannya agar CWE aktif bergabung dalam kegiatan-kegiatan KKK.

“Sabtu depan 23 Mei di Kelapa Gading (Jakarta Timur), DPP KKK akan mengadakan Pesta Rakyat Kawanua dalam rangka HUT ke-53 KKK. Di sana nanti ada ibadah Paskah, Kenaikan, dan berbagai acara seperti lomba-lomba, hiburan, dan bazaar,” ungkap Angelica.

“Ayo warga CWE Jakarta dan sekitarnya, datang bergabung dan meriahkan acara Pesta Rakyat Kawanua 2026,” ajaknya.

Sejumlah pengurus inti DPP KKK ikut hadir dan mendampingi Ketua Umum (Ketum), yaitu Sekretaris Jenderal (Sekjen) Michael Lakat, Bendahara Umum (Bendum) Ariasa Supit, dan beberapa Wakil Ketum, Wakil Sekjen, dan Wakil Bendum, serta Koordinator Kluster.

Dalam rangkaian Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus CWE 2026-2029, Ketum DPP KKK Angelica Tengker memakaikan topi adat Minahasa kepada Ketum CWE Brurtje Maramis. (Beritaprioritas/ht)

Semangat kebersamaan

Ketum CWE, Brurtje Maramis, kepada Beritaprioritas.com mengatakan, bukan hal mudah mendirikan perkumpulan tersebut. “Mendata, mengkoordinir dan memobilisasi warga dua kecamatan di Jakarta dan sekitarnya membutuhkan tantangan dan keuletan. Tapi Puji Tuhan, organisasi CWE akhirnya terbentuk dan hari ini pengurusnya diresmikan dan dikukuhkan,” ungkap Brurtje yang dikenal sebagai salah satu Pengacara terkemuka di Jakarta.

Ia menjelaskan, “Cita Waya Esa” membawa semangat kebersamaan bahwa “Kita Semua Satu”. Tujuannya adalah agar sesame warga CWE bisa saling mendukung, menolong, dan peduli satu dengan yang lain.

Disebutkannya, Kecamatan Tompaso Baru dan Kecamatan Maesaan di Minahasa Selatan terdiri atas sekitar 22 desa. Para perantau dari dua kecamatan tersebut di Jakarta dan sekitarnya mencapai ratusan orang yang berkarya di berbagai bidang. Mulai dari pengusaha, profesional, militer, kepolisian, aparatur sipil negara (ASN), hingga seni budaya, dan sebagainya.

Ketum CWE 2026-2029, Brurtje Maramis, mengibarkan bendera/pataka CWE. (Beritaprioritas/ht)

Ia berharap kehadiran CWE di Jakarta dan sekitarnya dapat membawa dampak bagi anggota. “Kami sudah menyiapkan berbagai program untuk menunjang keberadaan warga CWE,” ujarnya.

Brurtje mengatakan, CWE juga mengadopsi semboyan terkenal masyarakat Minahasa Selatan yaitu “Sa cita esa, sumerar cita. Sa cita sumerar, esa cita” yang maknanya, “jika kita bersatu, menyebar kita. Jika kita menyebar, bersatu kita”. (P-hdt)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025