Wouw! Sekembalinya Trump dari Beijing, China langsung pesan 200 pesawat Boeing, janji tambah 750

Jeffrey Rawis
Sabtu, 16 Mei 2026
2 menit membaca

Ketika Tim Beritaprioritas.com mengunjungi pabrik Boeing di Seattle, USA, 29 September 2023. Tim terdiri dari Tedy Matheos (paling kiri), Sadrak Ranti, Merry Waleleng dan Jeffrey Rawis (paling kanan).(Dok Beritaprioritas.com)

 


PRIORITAS, 16/5/26 (New York): Boeing, perusahaan raksasa kedirgantaraan dunia milik Amerika Serikat (AS), pada hari Jumat (15/5/26) waktu setempat mengkonfirmasi, China telah berkomitmen untuk membeli 200 pesawatnya. Informasi itu sebagaimana diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump selama kunjungannya ke Beijing, dimana China berjanji menambahnya sebanyak 750 lagi.

“Kami telah melakukan perjalanan yang sangat sukses ke China dan mencapai tujuan utama kami untuk membuka kembali pasar China untuk pesanan pesawat Boeing,” ungkap perusahaan tersebut, dikutip dari AFP, Sabtu (16/5/26) ini.

Sebagaimana diketahui, CEO Boeing, Kelly Ortberg, merupakan bagian dari delegasi AS yang ikut rombongan Trump ke Beijing.


Selanjutnya, berharap permintaan bertambah, dalam pernyataannya, Boeing menyebutkan kesepakatan ini termasuk komitmen awal untuk 200 pesawatnya.

“Kami memperkirakan komitmen lebih lanjut akan menyusul setelah tahap awal ini,” bunyi pernyataan tersebut.

“Kami kini berharap dapat terus memenuhi permintaan pesawat terbang dari China,” demikian pernyataan tersebut.

“Terima kasih Trump!”

Kemudian Boeing turut mengucapkan terima kasih kepada pemerintahan Trump karena telah mewujudkan kesepakatan bersejarah tersebut.

Diketahui, pesanan terakhir China dari Boeing terjadi pada 2017, ketika Trump mengunjungi Beijing pada awal masa jabatan pertamanya sebagai Presiden AS.

Ketika itu, China memesan 300 pesawat lorong tunggal dan berbadan lebar, sebuah kesepakatan besar senilai 37 miliar dollar.

Janji beli kagi 750

Selanjutnya, China janji beli 750 pesawat Boeing. Dimana pada Kamis (14/5/26) lalu, Trump menyinggung komitmen baru Boeing.

“Saya pikir itu adalah sebuah komitmen,” jelas Trump kepada pembawa acara Fox News, Sean Hannity, dalam sebuah wawancara, dikutip Kompas.com.

“Itu banyak sekali lapangan pekerjaan,” tambahnya lagi.

Sementara itu, berbicara kepada wartawan di dalam pesawat Air Force One saat terbang pulang dari China, Trump menjelaskan, kesepakatan itu mencakup janji 750 pesawat baru.

“Itu akan menjadi pesanan terbesar yang pernah ada, jika mereka berhasil menyelesaikan 200 pesawat pertama,” katanya.

Pesanan besar-besaran

Selanjutnya, media AS telah melaporkan selama beberapa bulan, Beijing siap untuk melakukan pemesanan besar-besaran dari Boeing.

Yakni mencakup 500 pesawat 737 MAX lorong tunggal dan sekitar 100 pesawat 787 Dreamliner dan 777 yang lebih besar. (P-*r/Kps/jr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan